oleh

Polres Sorong Berhasil Ungkap Jaringan Edar Ganja, 6 Pengangguran 1 Mahasiswa

KABUPATEN SORONG,- Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Sorong, berhasil meringkus sebanyak 7 orang tersangka pengedar Narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang), selama kurang lebih dua bulan terakhir yakni pada bulan Juni dan Juli 2022, dengan tempat kejadian perkara (TKP) dan waktu penangkapan berbeda.

Dalam press releasenya, Kapolres Sorong AKBP Iwan P. Manurung menjelaskan kronologis penangkapan 7 orang tersangka pengedar barang haram ini.

“Awalnya, pada tanggal 28 Juni 2022, pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat adanya transaksi narkoba jenis ganja, selanjutnya pada pukul 22.20 WIT, dengan TKP Jl. Yos Sudarso, kota Sorong, tepatnya berada dibelakang Ruko Sribaya, kami meringkus tersangka dengan inisial RT, dari hasil pengembangan kami kembali berhasil menangkap satu tersangka lainnya, berinisial AF,” ungkapnya, di Mapolres Sorong, Selasa (9/8/22).

Dari kedua tangan tersangka yang tak bekerja ini, didapatkan barang bukti berupa 3 plastik bening berukuran besar dan 4 paket plastik bening berukuran sedang, yang masing-masingnya berisikan barang haram jenis ganja.

Selanjutnya, pada tanggal 13 Juli 2022, sekitar pukul 16.30 WIT, pihaknya berhasil meringkus tersangka pengedar narkoba berinisial CG di Jl. Kentang, kelurahan Malawili, distrik Aimas, kabupaten Sorong, dengan ditemukan barang bukti berupa dua kantong plastik bening berukuran besar, 7 paket plastik berukuran sedang, 8 paket plastik berukuran kecil, dan 1 bungkus kertas warna putih berukuran kecil, yang diduga keseluruhannya berisikan narkoba jenis ganja.

Dari hasil pengembangan, pihaknya berhasil mendapatkan dan meringkus satu tersangka lainnya berinisial JF.

Sebelumnya, dari tersangka inisial CG ini, pihaknya menemukan barang bukti narkoba jenis ganja yang disimpan dibalik jaket tersangka.

Dipaparkan Kapolres Sorong, pada tanggal 15 Juli 2022 tepat pada pukul 20.10 WIT, Satresnarkoba Polres Sorong kembali berhasil meringkus tersangka lain, berinisial EG, dengan TKP Halte Doom.

“Pada tanggal 15 Juli 2022, tepat pada pukul 20.10 WIT, Satresnarkoba Polres Sorong kembali melakukan aksi penangkapan terhadap tersangka lain, berinisial EG, dengan TKP Halte Doom. Dari tangan tersangka ini, kami berhasil amankan barang bukti berupa 7 paket plastik bening berukuran sedang diduga berisikan ganja,” paparnya.

Lanjut Iwan P. Manurung, bahwa setelah sehari terjadi panangkapan tersangka EG, tepat pada malam hari, Satresnarkoba mendapat informasi dari masyarakat akan ada transaksi narkoba jenis ganja dan sabu.

“Kami kembali mendapatkan informasi terkait transaksi narkoba jenis ganja dan sabu, pada keesokan harinya 16 Juli 2022, dengan TKP Penginapan Mustika, berada di Jl. Sungai Maruni, KM. 10 Masuk, kelurahan Malaimsimsa, distrik Sorong Utara, dari tangan tersangka berinisial IM ini, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 bungkus plastik bening berisikan ganja, serta 3 plastik bening berisikan sabu-sabu,” lanjutnya.

Berdasarkan pengembangan yang dilakukan, akhirnya pihaknya berhasil mendapatkan nama tersangka lainnya, dengan inisial MJ, pihaknya langsung menggeledah rumah tersangka, namun pihak kepolisian tidak menemukan barang bukti tersebut.

“Yang bersangkutan MJ tetap kami amankan, karena berdasarkan pengembangan tersangka IM, dimana pada saat tersangka ini masuk ke lobi dari Penginapan Mustika, anggota Satresnarkoba langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka pada saat itu belum terjadinya transaksi,” lugasnya.

Dimana, didapati barang bukti berupa 4 plastik bening ukuran kecil yang berisikan ganja dan juga 3 plastik bening berukuran kecil yang diduga berisi sabu-sabu.

Dari ketujuh orang tersangka ini, Satresnarkoba Polres Sorong mengenakan pasal yang sama. Namun, dari keseluruhan tersangka ini, ada dua tersangka merupakan residivis.

“Dari ketujuh orang tersangka ini, disangkakan dengan pasal 114 ayat 1 Jo pasal 111 ayat 1 Jo Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dari keseluruhan tersangka ini, ada dua merupakan residivis atau dapat diartikan sebagai orang yang pernah dihukum melakukan tindak kejahatan yang serupa,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolres Sorong, keseluruhan tersangka ini tak memiliki pekerjaan, selanjutnya perlu diketahui bahwa 1 dari 7 orang tersangka ini masih duduk di bangku perkuliahan (mahasiswa).

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Sorong menyebutkan untuk barang bukti, pihaknya telah memusnahkan barang haram tersebut.

“Satu dari ketujuh tersangka ini seluruhnya tak bekerja, namun ada satu tersangka ini merupakan mahasiswa. Sedangkan, untuk barang bukti yang diamankan, kami langsung musnahkan,” tambah Kapolres Sorong. (Jharu)

Komentar