oleh

Peringati Hari AIDS Sedunia, Sejumlah Komunitas Turun Jalan

SORONG, – Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JKPLP) Kota Sorong bersama sejumlah komunitas perempuan Papua dan pegiat HIV dari KS Sorong Sehati, Iwasor dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menggelar kegiatan turun jalan dalam memperingati Hari AIDS Sedunia, di perempatan lampu merah Gereja Maranatha Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (1/12/21).

Ketua DPC KSBSI Kota Sorong sekaligus sekretaris JKLPK Sorong, Linus Balawanga Kepada sorongnews.com mengatakan bahwa kegiatan berupa pembagian brosur dan selebaran kepada Pengguna jalan masih dalam rangka 16 hari kerja kegiatan anti kekerasan perempuan dan Anak.

“Seleberan yang kita bagi berisi pesan moral, mengajak semua warga untuk mengakhiri ketimpangan, stigma dan diskriminasi kepada orang HIV/AIDS dan akhiri HIV/AIDS sebagaimana tujuan Three Zero HIV pada tahun 2030. Three Zero ini mencakup tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS dan tidak ada stigma dan diskriminasi untuk mencapai eliminasi HIV,” ujar Linus.

Ia menambahkan bahwa selama pandemi Covid-19, hampir semua orang teralihkan dengan Covid-19 dan melupakan Bahwa HIV masih ada disekitar kita. Dari data dinas kesehatan Provinsi Papua Barat juga terus bertambah kasus HIV di Papua Barat.

“Dengan adanya COVID kegiatan dan pertemuan kordinasi menjadi tertutup. Padahal data HIV/AIDS pada tahun 2019-2020 masih tinggi angka penularan. Urutan satu di Papua Barat khususnya di Kota Sorong adalah kelompok Ibu Rumah Tangga, diikuti Kelompok swasta dan perusahan. Sehingga menjadi inisiatif kami melibatkan serikat buruh, dan semua lembaga pegiat peduli dengan HIV/AIDS agar bisa mengakhiri HIV AIDS di Papua Barat dan Kota Sorong,” imbuh Linus.

Ia juga berpesan kepada masyarakat harus sadar diri dengan mencari informasi dan akses pelayanan informasi yang baik. Baik dalam bentuk penularan seperti apa sehingga stigma dan diskriminasi dapat berkurang.

“Semua perlu bergandengan tangan, sehingga semua pihak, stake holder dan Pemerintah harus bekerjasama memutuskan mata rantai HIV/AIDS,” imbau Linus. (Oke)

Komentar

News Feed