oleh

Peduli Stunting, PKK Turun ke Distrik Sorong Barat Pantau Perkembangan Gizi Anak

SORONG,- Ketua PKK Kota Sorong Jecquline M. Yarangga, turun langsung ke Distrik Sorong Barat tepatnya di Areal Pasar Modern Rufei, dimana sedang berlangsung pengobatan massal oleh Pihak Dinas Kesehatan Kota Sorong dan beberapa pihak-pihak terkait yang peduli dengan kesehatan masyarakat.

Jecquline yang didampingi oleh beberapa anggota PKK-nya saat ditemui media, Kamis (10/11/22) menjelaskan bahwa kunjungan langsung ini merupakan langkah awal terhadap anak-anak stunting sebab yang mereka butuhkan ialah sentuhan dan perhatian langsung.

“Yang kita lakukan ini adalah kunjungan ke anak yang alami stunting di 10 distrik yang ada, Saya sudah berkunjung ke dua distrik ini akan berlanjut terus kita akan kawal kurang lebih 3 bulan untuk pantau perkembangan mereka dari hari ke hari,” ucap Ketua PKK Kota Sorong.

Katanya, PPK tentunya tidak berjalan sendiri tetapi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas serta Pokja-Pokja di PKK. Mereka ini sangat membantu sekali sebab anak-anak ini mereka itu butuh sentuhan sebenarnya pemberian makanan itu tambahan.

“Mengapa saya katakan demikian sebab sentuhan awal bagi mereka itu yang luar biasa, karena begitu banyak anak-anak yang kita dapati di kota sorong ini yang berdampak gizi buruk itu sangat banyak,” ungkapnya.

Bebernya, beberapa distrik yang dikunjungi ada datanya satu dua orang, tetapi saat turun langsung ternyata lebih dari satu bahkan tercatat sekitar 73 orang yang memang betul-betul sangat membutuhkan perhatian khusus.

Jecquline pun meminta kerjasama kepada semua ibu-ibu juga semua orang yang mendiami kota ini agar berikan sentuhan awal sebab itu penting dalam kehidupan anak-anak, terlebih khusus tetap menjaga generasi anak muda ke depan sebab hasil dari pernikahan dini akhirnya berdampak pada anak-anak yang stunting.

“Mari kita jaga mereka dan harus terus dibekali dengan banyak sosialisasi tentang akibat dari pernikahan dini sebab yang saya jumpai di lapangan itu ada yang anaknya 15, anaknya 7 anaknya 8, dan itu usia mereka masih sangat muda,” terangnya.

Lanjutnya, untuk itu tolong bagi setiap orang yang tergerak hati tidak saja Dinas Kesehatan tapi juga organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan untuk bersama melihat stunting bukan sebagai isu nasional tetapi merupakan tanggung jawab kita semua.

Hingga saat ini, bantuan yang diberikan oleh PPK yang dibantu oleh Dinkes yaitu bantuan susu, telur dan kacang ijo yang disponsori oleh Bank BNI.

“Puji Tuhan masih hanya sebatas itu saja yang dapat kita berikan semoga kedepan Tuhan akan kirimkan orang-orang baik untuk bisa memberikan bantuan-bantuan lain lagi, dan untuk tahun depan kami berencana berikan makanan tambahan berupa bubur ayam untuk meningkatkan gizi mereka,” ujarnya.

Sambungnya, perlu diketahui juga bahwa soal stunting ini tidak saja berdampak bagi yang miskin namun bisa juga terjadi pada mereka yang kaya untuk itu hanya dibutuhkan kepedulian dari pada orang tua, melihat anak-anak ini karena mereka generasi penerus bangsa. (Mewa/oke)

Komentar