SORONG, PBD – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat Daya menggelar rapat pembentukan Panitia Musyawarah Daerah (MUSDA) I yang berlangsung di Gedung Sekretariat MUI Papua Barat Daya, Kota Sorong, Minggu (26/4/2026).
Rapat tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan MUSDA I MUI Papua Barat Daya yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Juni 2026.
Dalam rapat tersebut, forum secara resmi menetapkan Muhammad Sanusi, sebagai Ketua Steering Committee (SC) dan Dr. H. Ambo Tang, Lc., M.Pd.I. sebagai Ketua Organizing Committee (OC).
Ketua sementara/Karetaker MUI Papua Barat Daya, H. Ahmad Nausrau, S.Pd.I., MM, dalam sambutannya menegaskan bahwa agenda utama rapat kali ini adalah membentuk panitia pelaksana MUSDA I sebagai langkah strategis konsolidasi organisasi.
“Setelah panitia ini terbentuk, maka tugas utama mereka adalah segera mempersiapkan seluruh kerangka acuan kerja untuk pelaksanaan MUSDA I. Kita targetkan pelaksanaan MUSDA pada pertengahan Juni 2026, sehingga panitia memiliki waktu kurang lebih satu bulan untuk bekerja maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, MUSDA I menjadi prioritas utama organisasi karena akan menentukan arah kepemimpinan dan penguatan kelembagaan MUI Papua Barat Daya ke depan.
Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya MUI Papua Barat Daya telah merencanakan program prioritas berupa napak tilas sejarah perjalanan Islam ke Aceh, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Namun agenda tersebut sementara ditunda karena pertimbangan fiskal dan kesiapan anggaran.
“Untuk saat ini kita dahulukan MUSDA I sebagai prioritas utama organisasi. InsyaAllah, agenda napak tilas ke Aceh dan Jawa akan kita laksanakan di akhir tahun,” jelasnya.
H. Ahmad Nausrau juga menyampaikan bahwa sebagai pejabat publik, dirinya tidak diperkenankan lagi untuk menjabat sebagai Ketua Umum MUI Papua Barat Daya, sehingga MUSDA I nantinya akan menjadi forum penting untuk menentukan figur terbaik yang akan memimpin organisasi ke depan.
“Kita ingin memastikan bahwa yang akan menduduki posisi Ketua MUI adalah sosok yang memiliki kapasitas, integritas, dan kepribadian ulama yang mampu merangkul semua pihak serta membawa organisasi ini semakin baik,” tegasnya.
Selain pembahasan MUSDA, dalam kesempatan tersebut juga disampaikan evaluasi terhadap pelaksanaan Safari Ramadhan yang telah berjalan dengan baik di 19 titik selama bulan suci Ramadhan hingga pasca Idul Fitri.
Menurutnya, kegiatan Safari Ramadhan mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat dan ke depan akan diperluas tidak hanya pada masjid-masjid, tetapi juga menjangkau organisasi kemasyarakatan Islam, paguyuban, majelis taklim, serta komunitas dakwah lainnya.
“Kita ingin mendorong agar ASN Muslim juga menjadi bagian dari institusi dakwah, bukan hanya menjalankan rutinitas kantor semata. Dakwah adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Melalui pembentukan panitia MUSDA I ini, MUI Papua Barat Daya berharap proses konsolidasi organisasi dapat berjalan dengan baik serta melahirkan kepemimpinan yang kuat, moderat, dan mampu menjawab tantangan umat di Papua Barat Daya. (Oke)














Komentar