PAM GKI OBI Aspol Diharapkan Menjadi Pemimpin Berkarakter Kristus

SORONG,- Persekutuan Anggota Muda (PAM) Oikumene Bahtera Injil Aspol, menggelar Pelatihan Masa Pengenalan Organisasi (MPO) dan Dasar Kepemimpinan Pemuda Gereja (LKPG) yang bertempat di Gedung Gereja Oikumene Bahtera Injil Aspol, Kota Sorong Papua Barat.

Pelatihan yang dilakukan selama dua hari ini diikuti oleh 29 peserta, dan kegiatan dari pelatihan ini merupakan amanat dari pedoman persekutuan mudah yang tiap tahunnya dibuat dengan sasaran pada anggota sidi baru tetapi juga dibuka kepada anggota mudah lainnya yang belum sempat mengikuti pelatihan tersebut.

Sebagai Pembawa Materi, Pendeta Senior Christian Paraibabo, saat ditemui sorongnews.com Jumat (6/5/22) mengatakan bahwa materi yang disampaikan ialah dasar seorang pemimpin yang tentunya mendasar dari karakter seorang Yesus Kristus, serta pemahaman terhadap kesetaraan gender baik dalam dunia Kerja maupun pelayanan dalam Persekutuan Gereja.

“Jadi dalam materi ini bapak mencoba untuk menjelaskan kepada mereka bahwa mereka ini bakal menjadi pemimpin pemuda kristen yang harus meneladani dan mencontoh gaya hidup dari karakter seorang Yesus Kristus,” ujar Bapak Pendeta.

“Materi selanjutnya bapak coba buka pemahaman tentang gender karena sampai saat ini masih banyak orang yang berpikir bahwa laki-laki selalu nomor satu dan perempuan nomor dua, seharusnya laki-laki dan perempuan sama dihadapan Allah dengan maksud saling menghargai, menopang, menyokong, untuk bersama-sama bertanggung jawab bermitra dengan Allah dalam tugas dan pekerjaan,” lanjutnya.

Sehingga Dirinya berharap melalui materi yang disampaikan Pemuda-Pemuda kristen ini bisa menjadi saluran berkat serta bisa menjadi seorang pemimpin yang nantinya akan memenangkan banyak jiwa demi hormat dan kemuliaan Yesus Kristus.

Sementara itu, Ketua Pam Oikumene Bahtera Injil Aspol, Glend Djamanmona, mengatakan bahwa Pelatihan yang digelar ini hendak menghimpun pemuda kristen agar bisa memahami dasar pengenalan dari persekutuan anggota mudah serta membentuk dasar dari kepemimpinan dalam organisasi bergereja.

Salah Satu Peserta, Astriani Kaburu, saat ditemui usai mengikuti pelatihan tersebut mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat karena ada banyak hal yang masih cukup kurang untuk diketahui dalam berkecimpung sebagai anggota mudah gereja.

“Saya sangat senang ikuti kegiatan ini karena apa ada beberapa hal salah satu yaitu struktur dari oraganisasi Pam apa saja tugas-tugasnya, dan kepemimpinan juga kita tahu apa itu pemimpin tapi melakukannya itu sangat susah, jadi lewat materi tadi bisa membantu saya dalam mengembangkan diri saya kedepannya lagi,” tutupnya. (Mewa)

____

Komentar