oleh

KPU Sorong Sosialisasi Rekruitmen Badan Adhoc Penyelenggara Pemilu

SORONG,- Jelang Pemilih Umum dan Pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota berserta para Wakil-wakilnya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sorong melaksanakan banyak persiapan. Salah satunya melalui Sosialisasi PKPU Nomor 8 Tahun 2022 yang diikuti oleh seluruh para Kepala Distrik bersama Kepala kelurahan dan masing-masing staff, yang berlangsung di dalam Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (15/11/22).

Ketua KPU Kota Sorong, Roberth Yumame, usai memimpin jalanya giat mengatakan bahwa sosialisasi ini tentang rekruitmen badan Adhoc di mana lebih menitik beratkan kepada penggunaan aplikasi Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (SIAKBA).

“Rekrutmen kali ini cukup berbeda dengan tahun sebelumnya karena menggunakan sistem aplikasi SIAKBA melalui sistem informasi yang merupakan program KPU untuk kegiatan penyelenggara pemilu. KPU seluruh Indonesia coba membuat inovasi-inovasi sehingga hari ini kami melakukan sosialisasi pendaftarannya cukup lewat aplikasi yang dibuka dari tanggal 20 November sampai 18 Desember 2022,” ujar Roberth.

Jelasnya, pendaftaran ini termasuk hal yang baru lebih banyak memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses aplikasi ini. Selain itu juga di KPU ada pembukaan panitia untuk tugasnya melayani masyarakat apabila masyarakat dalam melaksanakan pendaftarannya belum memahami alur prosesnya.

“Silakan mengunjungi untuk bisa mendapatkan informasi kepemiluan khususnya terkait tentang pendaftaran badan network ini. Sistem informasi untuk mempermudah masyarakat agar tidak perlu datang ke Kantor KPU cukup saja bisa mengakses pendaftarannya itu tujuan KPU membuat sistem ini,” terangnya.

Kemudian Lanjutnya, di dalam sistem SIAKBA ini juga bisa menampung data-data pelamar atau data lainnya, dan apabila dalam proses nanti ada dalam proses tersebut akan diumumkan sampai dengan pengumuman sepuluh besar.

Sehingga nanti ada data anggota Badan Pemusyawaratan Daerah (BPD) yang nanti dalam proses pemilihan atau seleksi ditetapkan sebagai daftar tunggu, apabila nanti berjalannya waktu ternyata terdapat perganti tingkat PPD ataupun PPS, kami bisa mudah mengakses data itu kembali untuk membuka serta melihat siapa-siapa yang ada dalam daftar tersebut.

“Kemudian aplikasi ini juga bukan hanya dimanfaatkan untuk Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tapi juga penerimaan anggota KPU di Kabupaten Kota seluruh bahkan seluruh Indonesia nanti kita akan mengakses data ini kalau mau daftar sebagai anggota KPU,” tandasnya.

Ia juga membeberkan kalau PPD memang terbuka untuk semua kalangan masyarakat yang penting batas usia minimal 17 dan maksimal 55 tahun dan harus ber-KTP Elektronik.

Katanya, perlu dijelaskan lagi bahwa penerimaan PPD dan PPS ini tidak bisa lintas batas lintas wilayah, jadi kalau di Distrik Sorong mau daftar di Distrik Klawurung itu tidak bisa. (Mewa)

Komentar