KPU Papua Selatan Gelar Rakor Persiapan Coklit Pilkada 2024, Pantarlih Bakal Dilantik 24 Juni

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Selatan (PPS) menyelenggarakan rapat kordinasi (rakor) persiapan pencocokan dan penelitian (coklit) pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati tahun 2024 di Provinsi Papua Selatan.

Pantauan Sorongnews.com, rakor persiapan coklit pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024 di PPS berlangsung disalah satu hotel Merauke. Dihadiri ketua dan komisioner KPU PPS, Sekretaris KPU PPS Jimmy Winarta beserta jajaran dan Kemenkumham Papua.

Diikuti ketua dan anggota hingga kasubbag perencanaan KPU 4 Kabupaten cakupan wilayah Papua Selatan meliputi Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan awak media.

Ketua KPU Provinsi Papua Selatan Theresia Mahuse dalam sambutannya membuka rakor mengatakan, dalam Peraturan KPU Nomor 2 tahun 2024 tentang tahapan dan jadwal dalam pemilihan gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati dan walikota-wakil walikota tahun 2024, pada saat ini KPU sedang melaksanakan tahapan pemutahiran data pemilih.

Yang mana tahapan tersebut telah berlangsung sejak tanggal 31 Mei sampai dengan 23 September 2024. Untuk tahapan pemutahiran data pemilih, telah diawali dengan penyerahan Daftar Pendukung Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada KPU RI baru-baru ini.

Dimana KPU RI telah menyinkronkan dan menyandingkan dengan data DPT pada pemilu terakhir yang diturunkan ke KPU provinsi maupun kabupaten.

“Kami sudah mempersiapkan tahapan pencoklitan. Dalam beberapa hari kedepan akan dilakukan coklit. Artinya bahwa untuk coklit ini akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juni sampai dengan 24 Juli 2024, hanya kurang lebih satu bulan,” kata Theresia Mahuse.

Dia mengakui, untuk tahapan coklit pilkada 2024 lebih sedikit waktunya karena hanya selama satu bulan. Apabila dibandingkan dengan coklit pemilu sebelumnya memiliki waktu cukup panjang selama 2-3 bulan.

Sedangkan, dalam persiapan coklit pilkada 2024, KPU harus menyiapkan perangkat dalam hal ini membentuk Petugas Pemutahiran Data Pemilih (Pantarlih) yang akan direkrut oleh KPU kabupaten. Pantarlih akan melaksanakan tugasnya melakukan pendataan dari rumah ke rumah.

“Coklit yang nanti akan dilakukan oleh pantarlih disini pertama, mencocokkan data hasil DP4 dan DPT pada pemilu terakhir dicocokkan dengan data kependudukan dari pemilih,” beber Theresia.

“Setelah dilakukan coklit nanti akan dicatat, diteliti dan dilaporkan secara berjenjang mulai dari pantarlih ke PPS, PPS ke PPD. Kemudian, PPD ke KPU kabupaten/kota,” sambungnya.

Dikatakan, Hasil pemutakhiran data ini akan direkap dan ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Sementara (DPS). Posisinya masih akan terus berlanjut sampai final menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Theresia menambahkan, KPU melakukan perekrutan pantarlih berdasakan jumlah pemilih di TPS. Jika pemilu lalu 1 TPS minimal 300 pemilih, maka untuk Pilkada 2024 ini 1 TPS minimal terdapat 500-600 pemilih.

Apabila 1 TPS terdapat 400 pemilih dimungkinkan 1 pantarlih. KPU juga sudah melakukan pemetaaan untuk perapian baru-baru ini.

Hasil pemetaan, untuk Provinsi Papua Selatan sekitar 1.065 TPS. Nantinya, ada beberapa TPS didapati dalam 1 TPS terdapat 2 pantarlih.

Dikesempatan yang sama, Kepala Bagian Pendataan Data dan Informasi KPU PPS, Yuliana Handayani dalam laporannya mengungkapkan, rakor bertujuan melakukan pemantapan proses coklit yang akan dilaksanakan oleh petugas Pantarlih. Dimana Pantarlih akan direkrut atau dilantik tanggal 24 Juni 2024 mendatang sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh KPU.

“Selain itu, rakor untuk memaksimalkan proses coklit sebagai upaya menjamin hak pilih warga negara untuk meningkatkan kualitas demokrasi,” tandasnya. (Hidayatillah)

____

Komentar