Kolaborasi Fatayat NU dan JMSI PBD Gelar Khotmil Qur’an, Doa Bersama dan Buka Puasa Bersama

SORONG, PBD – Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Papua Barat Daya bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Papua Barat Daya dan Takmir Masjid Baitussalam menggelar kegiatan khotmil Qur’an dan doa bersama di Masjid Baitussalam, Kota Sorong, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat tersebut dirangkaikan dengan pembacaan Yasin dan tahlil tujuh hari untuk mengenang Ketua Fatayat NU almarhumah Hj. Margaret Aliyatul Maimunah yang wafat pada 1 Maret 2026 lalu. Selain itu, kegiatan turut dikemas dengan buka puasa bersama.

Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus Fatayat NU Papua Barat Daya, pengurus JMSI Papua Barat Daya, pengurus wilayah NU, tokoh agama, serta masyarakat yang turut mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan tersebut.

Mewakili Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya George Japsenang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah Hj. Margaret Aliyatul Maimunah.

Ia mengatakan kegiatan khotmil Qur’an dan doa bersama tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa almarhumah sekaligus mempererat tali silaturahmi antar masyarakat.

“Pertama-tama marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan karunia-Nya kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam kegiatan khotmil Qur’an, pembacaan Yasin dan tahlil tujuh hari untuk almarhumah Hj. Margaret Aliyatul Maimunah yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama,” ujar Plt Kepala Kesbangpol PBD George Japsenang.

Lebih lanjut, atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dirinya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga besar Fatayat NU.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi masa duka ini,” ucapnya.

Menurut George, kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan dan doa bagi almarhumah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.

Ia menegaskan bahwa Provinsi Papua Barat Daya merupakan daerah yang dihuni masyarakat dengan berbagai suku, budaya, dan latar belakang, sehingga nilai kebersamaan, toleransi, serta saling menghormati menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan dan kedamaian.

“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya terus mendorong terbangunnya kehidupan sosial yang harmonis, di mana setiap elemen masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai, saling menghargai, dan bersama-sama mengambil bagian dalam pembangunan daerah,” terangnya.

Pada kesempatan itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat kepedulian sosial demi kemajuan Papua Barat Daya.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Papua Barat Daya Siti Syamsiyah mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum doa bersama untuk almarhumah, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi.

Menurutnya, Fatayat NU sebagai organisasi perempuan memiliki komitmen besar dalam memperjuangkan berbagai isu strategis, khususnya terkait pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

“Fatayat NU sebagai organisasi perempuan memiliki komitmen besar dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperjuangkan isu-isu perempuan dan perlindungan anak,” kata Ketua Fatayat NU Papua Barat Daya Siti Syamsiyah.

Ia menjelaskan bahwa kepengurusan Fatayat NU Papua Barat Daya saat ini terus berupaya menjalankan berbagai program organisasi secara maksimal.

Dirinya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk JMSI Papua Barat Daya serta pengurus Takmir Masjid Baitussalam.

“Saya berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat yang hadir serta menjadi amal ibadah di bulan suci Ramadan,” harapnya.

Pengurus Masjid Baitusalam, Muhammad memberikan apresiasi karena Fatayat NU memilih masjid tersebut sebagai salah satu tempat untuk pelaksanaan kegiatan. Ia pun berharap kepada Pemerintah maupun Ormas dapat memperhatikan masjid-masjid dengan program silaturahmi rutin.

Kemudian, Ketua JMSI Papua Barat Daya Aris Balubun mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dengan organisasi pers dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

Aris menjelaskan bahwa JMSI sebagai salah satu organisasi konstituen Dewan Pers memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di daerah.

Menurutnya, kolaborasi antar organisasi menjadi kunci dalam membangun Papua Barat Daya yang lebih baik, terlebih provinsi tersebut masih tergolong sebagai daerah otonomi baru.

“Ini merupakan salah satu program JMSI dalam rangkaian kegiatan safari ramadan sekaligus bentuk kerja sama dan kepercayaan antar organisasi kemasyarakatan dalam membangun kolaborasi serta memperkuat kebersamaan masyarakat,” tutur Ketua JMSI PBD Aris Balubun.

Ia berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan oleh seluruh elemen masyarakat untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat persaudaraan antar umat beragama di Provinsi ke-38 di Indonesia ini.

Sebelumnya Pengurus Wilayah JMSI Papua Barat Daya menggelar kegiatan safari ramadan bersama Rumah Sedekah Bersama Sorong Raya (RUS Bersama) di Kabupaten Sorong. (Jharu)

Komentar