Kampanye di Sorong, Capres 01 Komitmen Bakal Lakukan Hal Ini untuk Tanah Papua

SORONG, PBD- Ratusan pendukung Capres dan Cawapres Nomor Urut 1 (AMIN) menghadiri kampanye tertutup Anis Baswedan yang berlangsung di Aston Hotel Kota Sorong Provisi Papua Barat Daya, Selasa sore (16/01/24).

Dalam orasinya terlihat beberapa dari pendukung membawa poster berisikan tentang keluhan masyarakat mulai dari kelangkaan minyak tanah, BBM, BPJS kesehatan, perbedaan sekolah negeri/swasta, tidak sampainya dana otsus, harga tiket pesawat sampai dengan masalah sampah dan banjir.

“Semua keluhan akan dijadikan PR bagi Saya kedepan apabila diizinkan Yang Maha Kuasa memiliki kewenangan 5 tahun kedepan. Akan kita lakukan perubahan untuk menuntaskan setiap permasalahan yang sudah disampaikan lewat poster-poster tadi,” ungkap Anies Baswedan disambut teriakan Amin dari pendukungnya.

Bebernya, Ia berkomitmen semua harus di perbaiki baik itu fasilitas kesehatan, harga tiket yang cukup mahal, dana otsus, sampah, banjir dan menyiapkan sebuah stadion sepak bola berstandar viva di Sorong.

Ia memiliki komitmen dalam mengembangkan olah raga potensial sepak bola di Papua. Ia mengatakan banyak atlet sepak bola yang usai berlaga membawa nama bangsa kembali ke Papua tidak memiliki pekerjaan. Oleh karena itu fasilitas hingga kesejahteraan atlet olah raga juga menjadi konsennya saat memimpin bangsa ini kelak.

Selain itu dana otsus yang menjadi keluhan. Ia mengatakan bahwa bukan Papua saja yang memiliki dana Otsus tapi Aceh juga. Sayangnya kedua daerah ini menjadi daerah termiskin di Indonesia.

“Saya tadi jumpa beberapa kepala suku beliau menceritakan soal dana Otsus harus dilakukan perubahan sebab tidak sampai sepenuhnya kepada masyarakat, inikan berarti perlunya perubahan agar dana-dana tersebut tepat sasaran. Dana besar dan berlimpah tapi masyarakatnya masih miskin, berarti ada yang salah, akan kita perbaiki kesalahan itu,” tegasnya.

Katanya, terkait masalah sampah dan banjir, Ia akan membuat tim percepatan penanganan banjir di Sorong, yang akan melibatkan putra-putra terbaik ditempat ini sebab Kota Sorong adalah wajah provinsi termuda di Indonesia.

Terkait pendidikan, Ia pun berkomitmen membangun kesetaraan pendidikan antara guru P3K Negeri dan Swasta.

“Kita tidak menginginkan adanya diskriminasi antara sekolah negeri dan swasta kalau guru swasta diangkat jadi P3K seharusnya dia tidak dipindahkan ke sekolah negeri tetapi bisa menetap di sekolah asalnya,” terangnya.

Menurutnya, sekolah swasta dan negeri sama saja semua sama-sama mengajar anak Indonesia lalu mengapa ada kebijakan seperti itu, jika demikian maka sudah saatnya kita menghentikan kebijakan yang tidak masuk dalam otak.

“Perlu kita kembalikan akal sehat dalam pengambilan kebijakan untuk melakukan perubahan, agar bisa mengambil kebijakan, maka kita perlukan kewenangan sebab jika tidak mempunyai kewenangan kebijakan tidak dapat dilakukan,” tandasnya.

Sehingga, jangan lupa untuk satukan dukungan pada 14/02/2024 nanti bersama-sama siap untuk bekerja menuju perubahan, rakyat Indonesia harus menentukan kepada siapa kewenangan itu diberikan, waktunya hanya 6 jam tetapi dampaknya 5 tahun kedepan.

Ia pun mengimbau agar selaras antara kebijakan eksekutif maka harus didukung oleh kebijakan legislatif. Oleh karena itu, Ia mengajak pendukungnya juga untuk memilih caleg dari partai pengusungnya yaitu Nasdem, PKB, PKS dan partai Ummat.

Hadir pula dalam kampanye tertutup, ketua-ketua partai pengusung, Caleg DPR RI, DPR Provinsi, DPRD dari setiap partai koalisi.(Mewa)

____

Komentar