SORONG, PBD – Dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-100 Nahdlatul Ulama (NU), Pengurus NU Papua Barat Daya menggelar Istighosah Akbar di Pondok Pesantren Tahfidz Fahd Al Muslim, Kota Sorong, Minggu (25/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi rangkaian puncak peringatan satu abad NU, setelah sehari sebelumnya, Sabtu (24/1/2026), digelar jalan sehat yang diikuti ribuan warga dengan hadiah utama dua paket umrah yang diserahkan langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya.
Ketua PWNU Papua Barat Daya, Rofiul Amri dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus pondok pesantren yang telah menyediakan tempat dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa istighosah bukan sekadar rangkaian doa, melainkan bagian dari ikhtiar batin warga NU untuk menjaga bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Istighosah ini adalah benteng spiritual kita bersama. NU sejak awal hadir bukan hanya merangkai doa, tetapi juga menjaga bangsa, merawat kebangsaan, dan mengawal keutuhan NKRI,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Gubernur Papua Barat Daya yang secara spontan memberikan hadiah umrah kepada peserta jalan sehat. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti kepedulian pemerintah terhadap peran NU dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual di Papua Barat Daya.
Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa NU telah mengabdi selama satu abad, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga sosial, moral, dan kenegaraan. NU terus membersamai masyarakat dan negara dalam menjaga kemerdekaan, persatuan, dan keadilan sosial.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, yanh diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Suroso menegaskan bahwa NU memiliki peran strategis dalam sejarah bangsa, termasuk di Tanah Papua. Wajah Islam yang ditampilkan NU dinilai sebagai Islam yang ramah, merangkul, dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman.
“Warga NU harus menjadi penyejuk, bukan pemantik. Mari bersama menjaga kerukunan dan membantu pemerintah menjaga stabilitas daerah dari isu-isu provokatif,” pesannya.
Mengusung tema “Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, peringatan 1 Abad NU di Papua Barat Daya menjadi penegasan bahwa NU bukan hanya bagian dari republik, tetapi juga salah satu pilar pendiri dan penjaga keutuhan Indonesia.
Kegiatan ditutup dengan istigosah dan doa bersama yang dibawakan Wakil Bupati Sorong, Sutedjo untuk para pendiri NU, para ulama, serta keselamatan bangsa dan daerah Papua Barat Daya agar senantiasa diberkahi kedamaian dan kemajuan.
Dilanjutkan tauziah oleh Ustad Sukardi dan diakhiri dengan makan bersama yang menambah keakraban warga Nahdiyin di Papua Barat Daya. (oke)













Komentar