Festival Seni Budaya dan Kuliner Lamongan di Kota Sorong, Pererat Persatuan dan Lestarikan Warisan Leluhur

SORONG, PBD – Festival Seni Budaya dan Kuliner khas Lamongan yang digelar oleh Perkumpulan Keluarga Besar Lamongan (PKBL) berlangsung meriah di Pendopo Ikaswara, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (10/1/26).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya daerah sekaligus sarana mempererat persatuan warga Lamongan di tanah perantauan.

Festival tersebut didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 23 dan menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya, seperti Tari Remo, Tari Gandrung, Tari Sunda, pencak silat, hingga Tari Papua, sebagai simbol harmonisasi budaya Nusantara.

Ketua Panitia, Sidiq Hariyanto, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PKBL dalam mengenalkan kebudayaan Lamongan kepada masyarakat luas, sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Antusiasme warga sangat luar biasa. Ini menjadi saksi bahwa masyarakat Lamongan tetap mencintai dan melestarikan budaya leluhur, sekaligus memperkuat identitas budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Tak hanya seni budaya, festival ini juga menyuguhkan kuliner khas Lamongan yang menggugah selera, di antaranya soto ayam, nasi rawon, pecel lele, nasi babat, nasi jagung, lontong mie, tahu tek, serta aneka jajanan pasar. Hidangan tersebut semakin lengkap dengan sajian es timun dan es dawet yang membangkitkan nostalgia kampung halaman.

Menurut panitia, festival ini juga menjadi ruang kreativitas bagi pelaku UMKM dan seniman lokal di Kota Sorong, serta diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Ketua PKBL, Ahmad Sokheh, menyampaikan harapannya agar PKBL terus dilibatkan dalam berbagai program pemerintah, khususnya di bidang kebudayaan.

“Melalui seni dan budaya, perbedaan latar belakang dapat disatukan. Kami berharap warga PKBL tetap guyub rukun, bersatu dalam naungan paguyuban, serta menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikaswara Kota Sorong, Ahmad Murtadho, menegaskan pentingnya menjadikan perbedaan budaya dan agama sebagai kekuatan, bukan pemecah belah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah saling mengenal dan bersatu. Event ini luar biasa dan semoga tahun depan bisa lebih besar, lebih meriah, serta menjadi contoh bagi paguyuban lain,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Ikaswara Papua Barat Daya, Tupono, yang berharap ke depan dukungan pendanaan semakin besar agar kegiatan serupa dapat digelar dengan skala lebih luas.

Dengan semangat guyub rukun dan persatuan, Festival Seni Budaya dan Kuliner Lamongan ini tidak hanya memperkuat identitas warga Lamongan, tetapi juga berkontribusi menciptakan suasana Kota Sorong yang aman, harmonis, dan penuh keberagaman. (oke)

Komentar