SORONG – Persipura Jayapura akan menjalani laga eksebisi menghadapi Sorong Raya di Stadion Bawela, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (8/2/2026) pukul 15.30 WIT. Pertandingan ini diselenggarakan oleh Cendrawasih Karsa sebagai bagian dari persiapan Mutiara Hitam menghadapi putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26.
Manajer Persipura, Owen Rahadiyan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pertandingan tersebut, mulai dari manajemen Sorong Raya, panitia pelaksana, hingga unsur pengamanan.
“Pertandingan ini bisa terlaksana berkat kerja sama dan dukungan semua pihak. Kami sangat menghargai sportivitas Sorong Raya serta kerja keras panitia di Sorong,” ujar Owen dalam keterangannya, Jumat (7/2/2026).
Menurut Owen, laga eksebisi ini juga menjadi wujud komitmen Persipura untuk lebih dekat dengan para pendukungnya yang tersebar di berbagai wilayah Papua.
“Persipura adalah milik seluruh masyarakat Papua. Banyak pendukung di luar Jayapura yang belum tentu punya kesempatan menonton langsung. Karena itu, kami ingin hadir di lebih banyak kota,” katanya.
Ia menegaskan bahwa laga melawan Sorong Raya menjadi langkah awal kerja sama jangka panjang antara Persipura dan Cendrawasih Karsa untuk menggelar pertandingan serupa di daerah lain.
“Ini bukan pertandingan terakhir. Ke depan, kami ingin lebih terprogram dan terstruktur agar Persipura bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” tambahnya..Laga eksebisi ini diharapkan mampu menjadi sarana evaluasi tim sekaligus memperkuat mental dan kekompakan pemain jelang lanjutan kompetisi.
Selain dapat disaksikan langsung di Stadion Bawela, pertandingan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Cendrawasih Karsa Media.
Tiket pertandingan dapat dibeli secara daring melalui situs resmi persipura.id tiket VIP yang dibandrol Rp200.000 habis tak tersisa. Sementara tiket ekonomi dibandrol Rp75.000 perorang masih terus dijual secara langsung di Stadion Bawela dan Tuan Tana Coffee.
Persipura Jayapura yang berdiri sejak 1963 dikenal sebagai salah satu klub legendaris di Indonesia dengan empat gelar juara liga nasional. Saat ini, klub berjuluk Mutiara Hitam tersebut tengah berjuang di Liga 2 dengan target kembali ke Liga 1.
Sementara itu, Cendrawasih Karsa sebagai penyelenggara terus berkomitmen mengembangkan industri olahraga dan kreatif di Indonesia Timur melalui berbagai program kolaboratif. (**/oke)









Komentar