oleh

Biaya Transfer Antar Bank Turun Menjadi 2500 Desember 2021

SORONG, – Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat memperkenalkan BI-FAST sebagai inovasi sistem pembayaran untuk kenyamanan bertransaksi kepada pekerja pers Sorong, yang dikemas dalam kegiatan bincang bareng media pada Jumat, (14/11/21).

BI-FAST sendiri merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel secara real-time, aman, efisien, dan tersedia setiap saat.

Menurut keterangan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Rut W Eka Trisilowati, Bank Indonesia akan menurunkan  biaya transfer antar bank, dari awalnya Rp6500-7000 rupiah, menjadi Rp2500 pada desember mendatang. Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi BI-FAST.

“BI-FAST akan mulai diimplementasikan secara bertahap pada desember 2021 mendatang, dengan prioritas awal adalah transfer kredit individual, Selanjutnya secara bertahap mulai tahun 2022 akan dilakukan pengembangan layanan untuk transfer debit, bulk credit, dan request for payment, yang akan diimplementasikan pada tahun 2023,” terangnya.

Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan yang dilakukan Bank Indonesia dalam sistem pembayaran saat ini merupakan upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan transfer dana yang lebih efisien dan cepat (real time) dengan prinsip Cepat, Murah, Mudah, Aman dan Andal (CEMUMUAH).

Kegiatan yang berlangsung di Rooftop Belagri Hotel tersebut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Papua Barat, Rut W Eka Trisilowati, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sorong, Yance Jitmau, Deputi Bank Indonesia Perwakilan Papua Barat serta pekerja pers baik media televisi, cetak dan online wilayah Sorong Raya.

Selain sosialisasi terkait BI FAST, Rut menambahkan bahwa BI mendorong upaya pemulihan ekonomi melalui pendampingan dan pembiayaan bagi UMKM di Papua Barat. Hal ini terbukti dengan diresmikannya pojok UMKM Binaan BI di lantai dua Bandara DEO Sorong.

“Sampai saat ini telah beroperasi 4 lokasi pojok UMKM Bank Indonesia yang berada di Bandara Deo Sorong, Bandara Rendani Manokwari, Oriestom Bay Hotel dan restorant serta Mansinam Beach Resto. Kedepan Bank Indonesia akan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar kegiatan pembangunan UMKM Papua Barat dapat maksimal memberikan kontribusi bagi kemajuan perekonomian Papua Barat,” terangnya.

Yance Jitmau dalam kesempatan tersebut menyebutkan bahwa Kota Sorong memiliki hampir 14.000 UMKM dan terdapat 132 koperasi aktif dan 298 koperasi yang tidak aktif.

“7.000 UMKM sudah dapat bantuan dari Presiden, dana stimuls provinsi atau dana pemkot Sorong,” terangnya.

Ia juga menjelaskan tantangan berat saat membina UMKM di wilayah Kota Sorong.

“Membina UMKM ini cukup sulit terutama bagi warga asli Papua. Waktu itu pernah demo minta dana, Kami pemerintah menyetujui asal dalam wadah kelompok dan tempat usahanya. Kemarin pemerintah menyiapkan tepat buat sewa gedung tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari sejumlah UMKM tersebut,” terang Yance. (Sya/Oke)

Komentar

News Feed