oleh

Bernard Sagrim Siap Bertarung Rebut 01 Papua Barat

MAYBRAT, – Bupati Maybrat, Bernard Sagrim menyatakan siap bertarung memperebutkan kursi 01 Provinsi Papua Barat bila mendapat perintah dari Partai dan dukungan dari masyarakat. Hal ini disampaikan Bernard Sagrim saat wawancara beberapa lalu di Pendopo Alun-Alun Vaitmayaf Kumurkek Maybrat, Papua Barat.

Sebelumnya, ketua umum DPP Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) berikan dukungan terhadap Sagrim jadi bursa calon gubernur Papua Barat ditahun 2024 ketika di lantik Ketua DPD-Bapera Papua Barat.

“Memang, Ketum DPP-Bapera, Fahd El Fouz A Rafiq sudah menyatakan dukungan serta memerintahkan saya untuk maju jadi bursa calon Gubernur Papua Barat. Saya intinya siap jika ada perintah dan dukungan. Jadi tidak ada yang susah di republik ini”, tegas Bernard Sagrim kepada Jurnalist.

Bukan saja Bapera, jika perintah partai untuk malaju bursa calon 01 Papua Barat. Bernard Sagrim mengaku, akan lebih siap lagi untuk membawa nama besar Partai Golkar. Hanya saja, Dia jelaskan pada tubuh internal Golkar sendiri ada banyak kader-kader yang senior yang memiliki potensi untuk melaju ke bursa calon-calon Gubernur Provinsi Papua Barat.

Sagrim uraikan, kader senior di Partai Golkar yang memiliki potensi maju 01 Papua Barat diantaranya, Bernard Sagrim sendiri, Drs. Ec. Lamberthus Jitmau Selaku Walikota Sorong, Stephanus Malak Mantan Bupati Kabupaten Sorong, Gabriel Asem Bupati Tambrauw, dan Dominggus Mandacan juga kader senior di tubuh Partai Golkar yang masih tercatat.

“Jadi kita semua kader-kader senior di Partai Golkar yang siap untuk laju memperebutkan kursi Gubernur Papua Barat. Jadi tergantung perintah, jika memang perintah dari partai kepada BS (Bernard Sagrim,red), tentu saya siap. Tidak ada urusan ada uang atau tidak, maju saja, nanti yang lain diurus belakang”, cetusnya.

Sagrim juga mengklarifikasi, belum ada figur calon Gubernur PB dari Partai Golkar. Untuk itu, jangan dulu melangkahi dan mendahului aturan yang ada.

“Proses regulasi dihari ini belum ada, sehingga jangan hambur-hambur uang dulu. Semua harus tunggu tahapan itu, ibarat kata Belanda masih jauh yang artinya regulasi Pilkada secara serentak belum ada yang ditetapkan kapan”, pungkasnya. [Valdo]

Komentar