SORONG, PBD – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Papua Barat Daya resmi rampung. Seleksi yang berlangsung pada 19–23 Mei 2026 tersebut menghasilkan 30 personel yang akan bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang. Dari jumlah tersebut, enam putra-putri terbaik akan mewakili Papua Barat Daya pada seleksi tingkat nasional.
Rangkaian seleksi dilaksanakan secara ketat dan berlapis, meliputi tes kesehatan, wawasan kebangsaan, Tes Intelegensi Umum (TIU), uji keterampilan Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga tes kesamaptaan. Seluruh tahapan ditutup dengan rapat penentuan akhir yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya bersama tim penilai dari berbagai unsur.
Tim seleksi terdiri dari Dinas Kesehatan yang menangani aspek medis, Satuan Brimob untuk tes kesamaptaan, pelatih PBB, serta tim psikologi yang menilai kepribadian peserta. Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan profesional.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya, George Japsenang, menjelaskan bahwa seleksi dilakukan dalam dua tahap. Dari total 47 peserta utusan kabupaten dan kota, disaring menjadi 36 peserta di tingkat provinsi. Selanjutnya, dipilih enam peserta terbaik atau tiga pasang putra-putri untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.
“Ditingkat pusat nanti, dari tiga pasang yang dikirim, hanya satu pasang yang akan terpilih sebagai Paskibraka nasional. Sementara dua pasang lainnya akan menjadi cadangan dan tetap bertugas di tingkat provinsi. Adapun peserta yang tidak lolos akan kembali ke daerah masing-masing untuk bertugas sebagai Paskibraka di tingkat kabupaten dan kota,” ujar George kepada wartawan, Sabtu (30/5/2026).
Untuk mendukung kesiapan peserta Paskibraka tingkat provinsi, rencana pemusatan pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat) masih dalam tahap finalisasi dan menunggu kebijakan pimpinan baru. Selama dua tahun terakhir, pemusatan latihan dilaksanakan di Aimas yang dinilai memiliki fasilitas memadai.
George menambahkan, pada tahun 2026 pelatihan melibatkan Polda Papua Barat Daya, khususnya Satuan Brimob, yang bertugas melatih sekaligus mendampingi para peserta selama masa pembinaan.
Tiga pasangan terbaik yang lolos ke tingkat nasional dijadwalkan mengikuti tahapan verifikasi di Jakarta selama lima hari, yang diperkirakan dimulai pada 8 Juni 2026.
Saat ini, keenam peserta tersebut masih menunggu hasil Medical Check Up (MCU) yang akan diterima pada Selasa (2/6/2026). Hasil pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi penentu akhir sebelum keberangkatan ke Jakarta.
“Jika ada peserta yang tidak memenuhi syarat kesehatan, maka akan digantikan oleh peserta cadangan sesuai urutan peringkat,” katanya.
George berharap melalui pembinaan yang intensif, para wakil Papua Barat Daya dapat bersaing secara maksimal dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (Oke)









Komentar