oleh

Wisata Kampung Meosmanggara R4 Bisa Nikmatin Tarian Pari Manta

WAISAI, – Yayasan Reef Check Indonesia (YRCI) mengajak media massa dan travel agency lokal, juga Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Raja Ampat, Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat, serta UPTD Destinasi Dinas Pariwisata Raja Ampat untuk uji coba trip wisata yang diinisiasi oleh mereka pada Sabtu (20/11/21)

Trip wisata yang dipusatkan di Kampung Meosmanggara, Distrik Waigeo Barat Kepulauan ini menyediakan atraksi wisata yang masih terbilang unik yaitu pengamatan aktifitas pari manta dan hiu diperairan sekitar Kampung Meosmanggara. Kurang lebih ada tiga spot pengamatan yang disediakan dengan tingkat kehadiran pari manta dan hiu karang yang cukup tinggi. Juga didalam spot tersebut terkadang ditemukan penyu dan spesies karismatik lainnya.

Diawali dengan para wisatawan akan menuju pulau Pulau Meosara Kecil untuk briefing dan pembagian kelompok. Kelompok scuba diving akan diarahkan dengan pemandu lokal scuba diving dan kelompok snorkling akan mengikuti arahan pemandu lokal snorkling. Objek utama yang akan dinikmati adalah atraksi feeding pari manta di salah satu clearing station yang terletak di pulau Yefnabi kecil didepan kampung. Karena dalam mode feeding, maka snorkling adalah pilihan yang tepat untuk mengamati Pari manta.

Menurut keterangan salah satu guide lokal, Yoris Sauyai, rata-rata pada spot pertama ini, 2-4 Pari manta bermain. Jumlah terbanyak yang pernah ia temukan adalah sekitar 10 ekor Pari manta bermain di salah satu clearing station disini.

“Pernah sampai 10-an ekor bermain. Waktu itu hanya dengan snorkling saja sudah puas,” ujar Yoris Sauyai.

Setelah puas mengamati Pari manta, wisatawan akan menuju lokasi pasir timbul Kampung Meosmanggara, dimana masyarakat lokal menyebutnya Iforkor. Keunikan objek wisata ini adalah sering dikunjungi burung-burung laut, sehingga para wisatawan yang beruntung dapat berfoto saat burung-burung tersebut melintas diatas hamparan pasir atau saat terbang menjauh.

Menjelang makan siang, suguhan makan siang dapat dinikmati di Pos pengamatan pada checkpoint awal. Para guide lokal pun akan menambahkan kelapa muda untuk menemani makan siang, karena Pulau Meosara kecil ini memiliki kebun kelapa milik masyarakat kampung.

Melanjutkan trip, wisatawan akan menuju Kampung Meosmanggara untuk pilihan trip siang hari, dimana ada pilihan snorkling diantara school-fish dibawah jetty dan melihat hasil transplantasi karang diujung tanjung Kampung Meosmanggara. Dan para untuk para divers, adalah melihat hiu dikedalaman laut depan kampung.

Setelah puas berbasah-basah dengan berenang seharian, wisatawan akan diajak kedalam kampung untuk menikmati keramahan masyarakat lokal. Aparat kampung, khususnya Kepala Kampung sendiri sangat mendukung aktifitas wisata ini dan mengajak seluruh masyarakatnya turut berpartisipasi. Salah satunya adalah Sajian kuliner lokal seperti pisang goreng dan sukun goreng akan memanjakan lidah ditemani kopi atau teh. Selain itu, mama-mama Kampung Meosmanggara pun sedang mencoba membuat sabun berbahan alami seperti aloevera, mangrove, kelor dan buah merah yang melimpah disekita kampung, yang tentunya kaya akan manfaat bagi tubuh manusia.

Kepala Kampung Meosmanggara, Yambres Mambarasar kepada awak media menjelaskan bahwa, saat YRCI pertama kali menginisiasi program Wisata Species Berbasis Masyarakat (WSBM) yang berkelanjutan lalu mendorong agar masyarakat  khususnya generasi muda Kampung Meosmanggara untuk mengambil kesempatan sebagai guide lokal pada tahun 2020 lalu, ia sendiri bersama sekretarisnya ikut terlibat aktif dalam program tersebut.

Program yang merupakan proyek dari Coral Reef Rehabilitation and Management Program – Coral Triangle Initiative (COREMAP -CTI) yang dikelola oleh Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) ini adalah tindak lanjut untuk pembangunan dan atau penguatan bisnis wisata masyarakat berbasis spesies (Hiu karang, Pari manta, dan Cetacea) untuk mendukung upaya pengelolaan spesies terkait dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Trip wisata ini mengincar wisatawan domestik yang ingin menikmati keindahan bawah laut Raja Ampat khususnya Pari Manta, Hiu dan Penyu dengan budget yang nantinya akan cukup dengan kemampuan mereka,” ujar Yambres Mambrasar.

Trip wisata ini nantinya akan memiliki rutenya sendiri yang nantinya akan disandingkan dengan rute favorit one day trip Raja Ampat yaitu trip Pyainemo. Trip wisata Meosmanggara ini nantinya akan dikhususkan bagi penikmat surga bawah laut Raja Ampat. (raja)

Komentar

News Feed