Usai 3 Bulan, Dendam Buat Pakan Bebek Dari Campuran Sagu

SORONG,- Kelompok Tani Mekarsari yang berada di Kelurahan Klamalu Kabupaten Sorong, beberapa bulan yang lalu mendapat bantuan ternak dari Kementerian melalui Dinas Peternakan Kabupaten Sorong sebanyak 1.050 Ekor Bebek dan pemberian Pakan di tanggulangi oleh Pemerintah selama tiga bulan penuh.

Setelah tiga bulan berjalan kelompok tani tersebut harus menanggulangi Pakan untuk memenuhi kebutuhan dari ternak-ternak yang telah dipercayakan untuk dikembangkan agar bisa membantu perekonomian masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Mekarsari, Dendam Riswanto, saat ditemui di tempat ternaknya, Jumat (24/6/22) mengatakan bahwa, Pihaknya merasa kewalahan dengan harga katul yang cukup tinggi sehingga mereka berinisiatif untuk mencari jalan keluar yang mudah agar bisa memenuhi pakan dari setiap ternak.

“Persiapan pakan dari pemerintah selama tiga bulan selesai itu kita merasa kewalahan karena terserang harga katul yang begitu tinggi akhirnya saya dengan teman-teman mencari solusi dan kita sudah temukan bahan apa saja yang bisa diolah menjadi pakan,” terang Ketua Kelompok Tani Mekarsari.

Adapun bahan-bahan yang digunakan yaitu Sagu, Limbah Ikan, Bonggol Pisang, dan Sayur dari keempat unsur inilah kemudian diolah dengan menggunakan mesin seadanya yang dirakit sendiri oleh kelompok tani.

“Meskipun semua dibuat dengan cara alami namun bisa menanggulangi dari Pakan tersebut adapun perbandingan yang kita gunakan yaitu Sagu 50%, Jagung 25%, dan 25% dari Limbah Ikan dan Sayur-Sayuran,” ucapnya.

Dengan Pakan Alami yang dibuat ternak Bebek berespon dengan baik hal itu terbukti dengan adanya kenaikan bobot yang begitu signifikan.

“Selama tiga minggu kita coba memberi pakan untuk ternak kami ternyata kenaikannya begitu signifikan yaitu sekitar 30% mungkin dalam minggu berjalan ini kita dapatkan bobot sekitar 44 ons, Sehingga aktivitas ini terus dilanjutkan,” tuturnya.

Ia pun berharap kepada para petani-petani sagu agar bisa bekerja sama untuk mendapatkan hasil yang terbaik, tetapi juga sekiranya pemerintah daerah bisa memperhatikan hal ini melalui penyediaan mesin penggiling untuk Pakan ternak.

“Kita membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari Pemerintah supaya mesin ini kita bisa tingkatkan untuk produksi pakan sambil pelihara Bebek sekaligus bisa memproduksi pakan agar digunakan untuk ternak-ternak yang lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Trenggalek Kabupaten Sorong, Putiho, ditempat yang sama sebelumnya mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah karena terus peduli dengan keberadaan warga Trenggalek di Kabupaten Sorong dan dimana saja berada.

Selaku Ketua Umum berharap dengan adanya potensi-potensi yang sekarang ini bisa dikembangkan bukan saja untuk pakan ternak bebek akan tetapi bisa untuk pakan ternak-ternak lain seperti Sapi, Babi, Ayam dan lain sebagainya.

“Kami terus berupaya ganti motivasi sehingga seandainya ini memerlukan kondisi yang besar dan banyak sehingga memerlukan mesin pengering atau mungkin oven-nya agar bisa difermentasikan lalu disimpan dengan baik agar dikirim ke daerah lain barangkali pemerintah bisa melihat kami keterbatasan kami warga kami,” harap Ketua Umum Trenggalek Kabsor.

Ia terus berharap agar bisa Inovasi baru yang dibuat ini tentu mendapat perhatian kepada pihak pemerintah setempat karena potensi ini sangat-sangat besar.

“Kalau memang makanan ternak ini dari sagu bisa dikembangkan dengan baik saya yakin Daerah lain akan melirik,” tutupnya. (Mewa)

____

Komentar