Ratusan Pemuda Merauke Meriahkan Youth Summit FLF 2024, Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

MERAUKE, PAPUA SELATAN – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Selatan, Prof Apolo Safanpo diwakili Asisten I Sekda Provinsi Papua Selatan (PPS), Agustinus Joko Guritno membuka kegiatan Youth Summit Future Leaders Forum (FLF) 2024 dengan penabuhan tifa.

Pantauan Sorongnews.com, Youth Summit FLF 2024 yang diselenggarakan Machaema Foundation dihadiri langsung Founder Machaema Foundation, Komarudin Watubun, Direktur Machaema Foundation, Mardiantika Watubun, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan tenaga kependidikan.

Mempertemukan sekitar 500 pemuda Merauke yang berasal dari berbagai kalangan berlangsung di salah satu hotel Merauke, Jum’at (14/6/24) sore.

Asisten I Sekda Provinsi Papua Selatan (PPS), Agustinus Joko Guritno dalam sambutannya mengapresiasi Yayasan Machaema Foundation yang menggelar acara Youth Summit FLF diwarnai talkshow dengan tema ‘kejar pendidikan, raih harapan’.

“Ini adalah langkah awal yang bagus bagi kemajuan Provinsi Papua Selatan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) yang perlu diisi oleh pemuda-pemudi tangguh untuk mempersiapkan diri memimpin Provinsi Papua Selatan dimasa mendatang,” ucapnya.

“Kita harus mencontoh seperti Bapak Komarudin Watubun (founder Machaema Foundation, red), beliau adalah seorang leader/pemimpin. Pemimpin adalah solusi yang bisa menyelesaikan semua persoalan/masalah ditengah-tengah masyarakat,” sambung Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda PPS.

Menurut Agustinus Joko Guritno, pemimpin bisa tumbuh ditengah masyarakat dan bangku pendidikan. Keduanya bisa menghasilkan pemimpin.

“Syukur, alhamdulillah kalau adik-adik sekalian sudah mempunyai jiwa kepemimpnn/leadership ditambah pengetahuan dibangku pendidikan hingga kuliah akan menjadi lebih baik dan dapat dipersiapkan untuk menjadi pemimpin dinegara kita, daerah ini dimasa akan datang,” lugasnya.

Dikatakan, kepemimpinan di Indonesia yang telah dipelajari dan patut dilaksanakan dengan baik hasil pemikiran seorang figur pemimpin negeri, Ki Hajar Dewantara yakni Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberikan contoh). Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun motivasi), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan semangat).

ASN penerima Satyalancana Karya Satya XXX tahun dari Presiden RI Jokowi ini mengakui, tak semudah membalikkan telapak tangan dalam mengimplementasikan semboyan tersebut. Dimanapun berada tentu ada masalah atau tantangan masing-masing.

“Oleh karena itu, pemuda harus mempersiapkan diri dengan baik melalui pendidikan. Pendidikan adalah kunci keberhasilan masa depan, diri sendiri dan bangsa ini. Dengan pendidikan, anak-anak muda menjadi solusi bagi masyarakat, bukan menjadi beban,” pesan Agustinus Joko Guritno.

Dia menuturkan, melalui bootcamp dan talkshow Youth Summit FLF telah memberikan pembelajaran dan sharing antar kelompok pemuda Merauke.

Selain itu, terjalin kolaborasi dan transformasi antar pengalaman kelompok pemuda dengan kreativitasnya masing-masing sehingga menambah pengetahuan dalam menerapkan kepemimpinan.

Terlebih kini memasuki era digital, imbuh Asisten I Sekda PPS, pemuda Merauke Papua Selatan harus menguasai teknologi dan bahasa asing dengan tetap mengutamakan bahasa Indonesia. Tak hanya itu, pemuda harus mempunyai karakter kebangsaan, nasionalisme, moralitas dan agama.

“Ini hal-hal penting yang harus dikuasai adik-adik agar bisa berpartisipasi dalam dunia pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Bahkan, bisa berperan bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melaksanakan tujuan negara yaitu mencapai kemajuan kesejahteraan masyarakat,” imbau Agustinus Joko Guritno.

Dikesempatan yang sama, Founder Machaema Foundation, Komarudin Watubun menjelaskan, Machaema Foundation adalah gabungan nama dari 3 puterinya yaitu Mardiantika, Khairani dan Maharani.

“Awal saya ada ide mendirikan hingga hari ini terwujud Machaema Foundation karena muncul satu pemikiran kesadaran pribadi bahwa saya lahir di kampung yang jauh dan saya Sekolah Dasar (SD) itu satu guru mengajar 6 kelas,” ungkap politisi yang lahir disebuah kampung perbatasan Australia-Indonesia dan akrab disapa Bung Komar.

“Dari daerah yang terpencil dan terbatas itu saya bisa berkesempatan untuk bicara dalam Forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pertemuan parlemen se-dunia tahun 2000,” ujarnya.

Bung Komar menceritakan, dari keterbatasan itu justru mengantarkannya terus bertekad mengejar pendidikan hingga berjaya memulai karier sebagai Wakil Ketua DPRD Jayapura 1999. Kemudian, menduduki kursi legislatif selama 10 tahun ditingkat Provinsi Papua dan kini sudah memasuki tahun ke 15 di senayan.

“Saya fikir tidak ada manusia yang bodoh atau pintar. Yang ada adalah soal kesempatan. Kita anak-anak di bagian timur ini, kurang kita hanya satu yaitu kesempatan. Semua anak-anak hebat. Kalau kalian kerja, belajar sungguh-sungguh pasti besok kalian akan menjadi orang yang hebat,” tegasnya.

Atas kesadaran itu, Bung Komar selalu berpesan kepada buah hatinya agar mencintai pendidikan dengan bersekolah. Namun sekolah setinggi dan sehebat apapun, jika tidak bermanfaat bagi orang lain berarti pendidikanmu gagal.

Hal itu ditangkap oleh anak pertama Bung Komar, Mardiantika Watubun yang kini getol menggelar beragam kegiatan besar salah satunya Youth Summit FLF di Jayapura hingga Merauke. Dijadwalkan, selanjutnya iven akbar mempertemukan para pemikir muda Papua itu bakal digelar di Sorong Raya, Papua Barat Daya.

Salah satu tokoh yang turut melahirkan Provinsi Papua Selatan ini menitip pesan kepada gen Z agar mengisi waktu dengan ilmu pengetahuan sehingga lahir menjadi seorang pemimpin. Sejatinya, semua manusia dilahirkan menjadi pemimpin.

Kepada lembaga pendidikan disemua tempat, Bung Komar menekankan harus mendidik generasi muda dengan 3 hal utama antara lain, logika, etika dan estetika. Menurutnya, dunia boleh berubah, namun tiga hal itu tidak boleh hilang.

“Anak-anak muda Merauke, Papua Selatan luarbiasa. Saya percaya generasi Z ini adalah generasi masa depan. Kamu orang-orang hebat yang terpilih,” ujarnya.

“Pak Asisten I Sekda, sampaikan terimakasih kepada pak Gubernur Papua Selatan. Tugas pemerintah yang punya aturan dan anggaran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita ini hanya lebih bersifat membantu. Terimakasih atas kerjasamanya. Dari sini, kita akan buat di Sorong Raya,” tandas Bunga Komar. (Hidayatillah)

____

Komentar