oleh

Pesan Mugen Kepada 95 ABK KN Patroli dan Nelayan di Sorong

SORONG,- Sebanyak 95 orang ABK yang terdiri dari 11 UPP Dirjen Perhubungan Laut Wilayah Papua dan Papua Barat dikukuhkan sebagai Anak Buah Kapal Negara Patroli yang baru saja resmi beroperasi pada, Jumat (30/9/22).

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Mugen Sartoto, dalam sambutannya berpesan kepada seluruh ABK Kapal Negara Patroli agar selalu melaksanakan tugas dengan penuh Integritas dan Profesionalisme.

“Kalian bukan saja sebagai penjaga keamanan dan keselamatan pelayaran kapal negara patroli tetapi juga merupakan garda terdepan dalam penegakan hukum di laut,” ungkap Mugen.

Selain itu, Mugen juga meminta kepada seluruh jajaran UPP yang mewakili aset kapal negara agar dapat mengoperasikan merawat dan memelihara kapal-kapal tersebut dengan baik karena kapal ini di bangun dengan menggunakan APBN oleh sebabnya harus dapat difungsikan secara maksimal dalam melaksanakan patroli keselamatan maritim secara rutin.

Dirinya berharap kepada 95 ABK Kapal Negara Patroli yang telah dikukuhkan agar tetap menjaga kebersihan kapal dengan benar serta terus pelihara dan dirawat secara disiplin juga berkelanjutan.

Di sisi lain, Mugen juga menyampaikan apresiasi kepada kantor di wilayah Papua dan Papua Barat yang telah konsisten dalam melaksanakan tugas pembinaan dan penegakan keselamatan pelayaran di wilayah kerja masing-masing, lewat pembagian baju pelampung kepada para nelayan di pulau raam juga pulau doom.

Sementara itu, Laode Burhan satu diantara nelayan asal pulau raam menyampaikan terima kepada pihak KSOP dan KPLP yang telah memberikan baju pelampung sebab selama ini mereka sering menggunakan peralatan manual berupa jerigen atau gardus untuk menyelamatkan diri.

“Kita selama ini tidak pernah dapat bantuan ya berupa baju pelampung Jadi kalau misalnya tenggelam atau gelombang biasanya kita pakai alat manual berupa jerigen atau gabus untuk selamatkan diri, dengan adanya bantuan baju pelampung ini ya mungkin kita bisa taruh untuk jaga-jaga ya di perahu,” tutur Laode.

Dirinya berharap, agar ada bantuan yang kedua kalinya sebab pihaknya hanya diberikan 50 baju pelampung sedangkan ada 100 nelayan di Pulau Ramm dengan masing-masing perahu memiliki 6 sampai 7 anak buah. (Mewa)

Komentar