oleh

Perdana, Pj Gubernur Apolo Safanpo Buka Raker Perencanaan Percepatan Pembangunan Provinsi Papua Selatan!!

MERAUKE – Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo membuka secara resmi rapat kerja (raker) perencanaan percepatan pembangunan Provinsi Papua Selatan (PPS), Rabu (25/1/23).

Pantauan Sorongnews.com, raker perdana perencanaan percepatan pembangunan Provinsi Papua Selatan berlangsung di Swiss-belHotel Merauke, Papua Selatan, Rabu-Kamis (25-26/1/23).

Terlihat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Asmat, Elisa Kambu, Wakil Bupati Merauke, H Riduwan, Sekda Mappi dan Sekda Boven Digoel dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Selatan, perwira penghubung (LO) Polda Papua.

Selain itu, terlihat juga dihadiri oleh Pj Sekda Papua Selatan, Maddaremmeng, Plt Asisten I Sekda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, Asisten II Sekda Papua Selatan, Sunarjo, staf ahli beserta kepala OPD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan serta pejabat dilingkungan 4 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) antara lain Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel.

Pj Gubernur Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo dalam sambutannya mengatakan, tujuan pembangunan diberbagai sektor adalah ingin mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

“Untuk mencapai masyarakat yang sejahtera itulah kita membangun diberbagai sektor,” tutur putera Papua Selatan dari Asmat yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan.

“Oleh karena itu, perencanaan yang baik dalam mendesain, merancang di Provinsi Papua Selatan sangat diperlukan, agar kita dapat melaksanakannya sesuai dengan apa yang direncanakan,” sambung Apolo Safanpo.

Pj Gubernur Papua Selatan itu mengungkapkan, saat ini para ilmuwan/cendekia berpendapat bahwa kita sedang memasuki tahun gelap. Artinya, 2023 adalah tahun yang penuh dengan ketidakpastian dan belum dapat diprediksi.

Hal itu dinilainya diakibatkan beberapa situasi dunia antara lain, perang Rusia dan Ukraina, ketegangan antara Cina dan Taiwan, dan beberapa situasi bio politik yang akan dipengaruhi negara-negara bangsa di dunia. 

Namun sambungnya, para filosofi Cina berpendapat bahwa didalam setiap kesulitan atau masalah dan bencana, selalu ada peluang.

Bahkan, dikatakannya filosofi Romawi menyatakan, apabila peluang bertemu dengan perencanaan yang baik maka kita dapat meraih keuntungan yang besar.

Dengan demikian, disebutkannya apabila peluang datang dan kita dalam keadaan siap, maka dapat meraih kemenangan atau keuntungan yang besar. Sebaliknya, apabila peluang itu datang dan kita tidak siap maka kehilangan peluang tersebut.

“Rencana sangat penting. Kita harus merencanakan hari ini untuk apa yang harus kita kerjakan besok. Maka kita awali kerja kita dengan 3 hal,” lugas Apolo Safanpo.

Pj Gubernur itu merincikan 3 poin penting yang wajib dibahas dalam raker yaitu pertama, mengevaluasi hal-hal yang sudah dikerjakan ditahun sebelumnya baik yang berhasil maupun tidak berhasil karena belum dilaksanakan dengan kendala-kendalanya.

Kedua, mereview kembali kegiatan yang sudah direncanakan tahun lalu untuk dilaksanakan tahun ini. Apakah yang direncanakan itu sudah sesuai dengan kondisi yang dihadapi saat ini.

Ketiga, melihat kembali atau merencanakan usulan kegiatan yang akan dilaksanakan 2023 dan 2024 mendatang.

“Mari kita manfaatkan waktu luang hari ini untuk melakukan evaluasi perencanaan dan usulan-usulan kegiatan tersebut,” ajaknya.

Secara teknis, sambung Pj Gubernur, raker ini akan dibantu oleh beberapa dirjen baik Dirjen Polpum maupun Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri untuk memberikan gambaran wawasan yang sedang terjadi dan hal-hal yang akan terjadi tahun ini serta tahun akan datang.

“Dalam merencanakan kegiatan agar memperhatikan agenda nasional supaya kita menyesuaikan jadwal dan tahapan yang sudah ditetapkan secara nasional. Mari merencanakan secara bersama hal-hal yang kita lakukan mulai rancanangan program RTRW, RTRK, RDTR sampai RDTL. Semuanya harus terintegrasi,” tegas Apolo Safanpo.

Dikatakannya, apabila sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) akan seharusnya merevisinya. Oleh karena itu, dalam merencanakan harus teliti dan terukur.

Menurut Pj Gubernur, raker selama 2 hari sangatlah penting bagi Pemda di Papua Selatan meletakkan dasar dan pondasi untuk melaksanakan pembangunan 2023-2024. 

Dikesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Papua Selatan, Ulmi Listianingsih Wayemi mengatakan, maksud raker adalag terciptanya sinkronisasi perencanaan daerah dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.

“Menjaga kesinambungan pembangunan jelang pilkada serentak 2024 dan menjaga kesinambungan pembangunan jangka menengah Provinsi Papua Selatan periode 2024-2026,” jelasnya.

Ulmi menambahkan, raker juga bertujuan mewujudkan program prioritas dan tujuan pembangunan daerah Provinsi Papua Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sorongnews.com, pada pelaksanaan hari kedua raker, pada Kamis (26/1/23) besok, akan dibagi menjadi 3 sesi, terkait percepatan pembangunan dan keuangan serta membahas isu-isu strategis. (Hidayatillah/Jharu)

Komentar