oleh

Pemkab Maybrat Berhasil Evaluasi Audit Kasus Stunting

MAYBRAT,-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maybrat melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) bersama-sama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Pemprov Papua Barat evaluasi rencana tindak lanjut dan perubahan resiko kasus, audit kasus stunting di Maybrat, Senin (28/11/22).

Rapat evaluasi ini dihadiri Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), satgas stunting, tenaga medis bagian gizi dan para tenaga kesehatan (nakes) dari setiap puskesmas di Kabupaten Maybrat. Adapun tujuan utama dari pada rapat evaluasi untuk mengetahui bagaimana perkembangan resiko kasus dan cara menanganinya secara tepat.

Dalam rapat evaluasi ini, BKKBN Pemprov Papua Barat menyerahkan sertifikat sejuta akseptor atas capaian pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HKN) pada Juni 2022 lalu kepada DPPKB sebagai salah satu strategi atau upaya penurunan stunting di wilayah Kabupaten Maybrat.

“Rapat ini untuk mengevaluasi resiko kasus, audit kasus stunting yang tersebar pada 24 distrik se- Kabupaten Maybrat. Harapannya, hasil dari rapat evaluasi ini, tim percepatan penurunan stunting bisa mengambil langkah untuk penurunan stunting itu sendiri,” cetus Kepala DPPKB Kabupaten Maybrat, Nikanor Kocu, di ruang kerjanya.

Diuraikannya, jumlah kasus di Maybrat yang beresiko ada 45 terdiri dari bumil yang diambil sebagai kasus ada 11, bulin diambil sebagai kasus ada 1, catin diambil sebagai kasus ada 1, dan balita/anak yang diambil sebagai kasus ada 32. Namun hasil evaluasi, khusus balita/anak direkomendasikan telah dua kasus di wilayah Maybrat.

“Khusus untuk balita/anak, dokter spesialis anak telah memberikan rekomendasi ke kita bahwa tinggal 2 di Maybrat. Artinya, kasus stunting alami penurun di wilayah Maybrat. Tahun lalu dengan tahun ini juga grafiknya alami alami penurunan. Kita harap, hasil dari rapat evaluasi ini juga ada penurun stunting di Maybrat,” harap Nikanor.

Meski sudah mengalami penurun yang baik, sambung dia, pihaknya tetap memacu tim pendamping keluarga yang ada di lapangan untuk terus melakukan pendampingan baik kepada ibu hamil (bumil), bulin, catin, serta balita/anak di 24 distrik dan kampung yang ada di Kabupaten Maybrat.

“Jadi, kita akan terus dan tetap memacu tim pendamping keluarga di lapangan ini untuk melakukan pendampingan. Meskipun kasus stunting sudah mengalami penurunan, kita tidak boleh langsung merasa puas tetapi menjadi semangat untuk terus melakukan pendampingan keluarga,” tutupnya. (Valdo)

Komentar