SORONG, – Sebanyak 40 pemandu wisata asli Papua dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat Daya mengikuti sertifikasi kompetensi pemandu wisata yang digelar di Kota Sorong, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Angin Mammiri.
Peserta berasal dari Raja Ampat, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw, Maybrat dan Kota Sorong. Setelah mengikuti pelatihan dan uji kompetensi, para peserta menerima bantuan perlengkapan kerja berupa 76 life jacket, 40 microphone, 8 unit GPS, dan 8 unit handy talkie (HT).
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Papua Barat Daya, Michael Mobalen, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Dinas Pariwisata yang telah memfasilitasi sertifikasi tersebut.
Menurutnya, selama ini banyak pemandu wisata telah bekerja secara profesional di lapangan, namun belum memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi standar nasional dalam industri pariwisata.
“Melalui sertifikasi ini kami berharap para pemandu wisata memiliki legalitas dan pengakuan resmi. Sertifikat kompetensi menjadi kepercayaan bagi pelaku usaha wisata dan travel untuk menggunakan jasa pemandu wisata yang profesional,” ujarnya.
Michael juga mengusulkan agar pemerintah memberikan pelatihan serupa kepada para pengemudi wisata (driver) sehingga seluruh ekosistem pariwisata, mulai dari pemandu hingga pengemudi, memiliki standar pelayanan yang sama.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, menegaskan bahwa kualitas pelayanan pariwisata sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia.
“Semakin baik sumber daya manusianya, semakin baik pula pelayanan yang diberikan kepada wisatawan. Karena itu kami ingin seluruh pelaku pariwisata di Papua Barat Daya, mulai dari hotel, homestay, resort, kapal wisata hingga pemandu wisata, memiliki kompetensi yang terstandar,” katanya.
Yusdi menjelaskan, sertifikasi kompetensi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses revalidasi status UNESCO Global Geopark Raja Ampat yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Ia berharap para peserta dapat menjadi bagian dari penguatan sektor pariwisata daerah dan mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain meningkatkan kompetensi, pemerintah juga memberikan dukungan berupa perlengkapan kerja agar para pemandu wisata lebih siap saat bertugas di lapangan, terutama di kawasan laut, sungai, dan hutan yang menjadi destinasi unggulan Papua Barat Daya.
Asisten II Setda Papua Barat Daya, Victor Salossa, mengingatkan para peserta agar menjaga dan melestarikan kekayaan alam Papua yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
“Papua memiliki pantai, lembah, gunung, sungai, dan kekayaan alam yang luar biasa. Karena itu para pemandu wisata memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga lingkungan sekaligus memperkenalkan keindahan Papua kepada dunia,” ujarnya.
Victor menekankan bahwa sertifikasi yang diperoleh peserta merupakan bentuk pengakuan profesional yang harus dibarengi dengan sikap, keterampilan, dan komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan.
Sertifikasi kompetensi tersebut dilaksanakan oleh LSP Angin Mammiri Makassar dengan melibatkan tiga asesor yang melakukan penilaian sesuai standar nasional profesi pemandu wisata.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap program peningkatan kompetensi ini dapat menciptakan sumber daya manusia pariwisata yang unggul, profesional, dan mampu mendukung terwujudnya pariwisata berkelanjutan menuju destinasi kelas dunia. (Oke)











Komentar