oleh

Pelukan Hangat Warga Pintu Air Menyambut AKBP Untung Sangaji

MERAUKE, – Pelukan hangat warga pintu air RT 19/RW 05, Kelurahan Maro, Merauke, Papua menyambut kedatangan Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji, Rabu (26/5/21).

Pantauan Sorongnews.com, Suasana bahagia tak mampu dibendung. Warga yang notabene Orang Asli Papua (OAP) bercampur dengan pendatang seperti Makassar, jawa, Batak dan lain-lain itu mendadak meramaikan jalan ketika melihat mobil polisi datang yang didalamnya ada orang nomor satu di jajaran Polres Merauke.

Kunjungan kapolres didampingi Pejabat Utama (PJU) yakni Waka Polres, Kompol Leonardo Yoga, Kabag Ops Micha Toding dan Kanit Reskrim Polsek KP3 Laut, Aiptu Udin Santoso ini untuk kedua kalinya setelah dihari pertama meresmikan pos kamling RT 19 pintu air, Senin (24/5/21) lalu disambut dengan kehormatan tari-tarian adat.

Ketua adat Asmat, Paskalis Simar dan putera asli Papua, Domin langsung memeluk erat AKBP Untung Sangaji saat memimpin anggotanya bersama masyarakat setempat mengangkut bantuan sembako, galon, dispenser dan lain-lain dari mobil dinas kapolres, wakapolres, kabag ops dan truk Polres Merauke.

Bantuan tersebut dibagikan kepada masyarakat pintu air RT 19 yang dipusatkan di Pos kamling yang dibangun POLRI-TNI dan masyarakat menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Oktober 2021 mendatang di Merauke.

“Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolres dan jajarannya mau membantu mengurangi beban warga kami sekitar 300 lebih kepala keluarga yang bermata pencaharian rata-rata sebagai buruh,” ucap Ketua RT 19/RW 05, Marten Desnam disela-sela penyerahan bantuan sembako.

Marten mengungkapkan, selama ini belum ada bantuan sosial dari pemerintah untuk warganya. Terlebih dimasa pandemi COVID 19, pendapatan hasil buruh masyarakat ikut menurun. Sementara masyarakat dituntut patuh menerapkan protokol kesehatan pencegahan corona virus desease dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak yang cukup sulit dirasakan.

Tentu bantuan sembako yang diberikan oleh kepolisian itu sangat bermanfaat dan membantu warga pintu air.

Bahkan, sejak pos kamling diresmikan oleh Kapolres Merauke dua hari lalu sudah dioperasikan oleh masyarakat. Terbagi tujuh regu yang melaksanakan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) mulai jam 7 malam hingga pagi hari.

“Dengan adanya pos kamling ini kami rasakan ada perubahan di wilayah kami. Contohnya, tidak ada ribut, kaco lagi karena orang mabuk. Warga hidup rukun,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, AKBP Untung Sangaji, menuturkan, apa yang ada di kantor Polres dibawa dan diberikan kepada warga pintu air.

“Mereka (oknum warga pembuat kacau, red) sudah mulai baik dan mengerti maka kita bawa rejeki, kita kasih untuk masyarakat. Katong semua basudara, ada manca suku disini. Kalau mereka nakal saya tidak akan bawa sembako dan lain-lain,” terang pria berdarah Ambon ini.

Kapolres mengakui, kawasan lain juga mendapat kesempatan yang sama. Nantinya, warga pintu air akan diberikan pekerjaan home industri kancing unik batok kelapa dan minyak goreng kelapa.

“Home industri mau saya buka disini karena tidak semua orang kerja panggul barang sampai tua. Mereka harus punya keahlian di rumah, home industri. Kancingnya beta (saya, red) beli. Yang penting kerja bagus-bagus,” pesannya.

Sementara itu, Ketua adat Asmat di pintu air RT 19 Merauke, Paskalis Simar mendukung dan mengapresiasi berdirinya pos kamling yang dibangun oleh tangan masyarakat dibantu Danramil, babinsa dan KP3 Laut.

“Saya berterima kasih kepada kapolres dan dandim. Sebagai ketua adat, Saya jamin masyarakat menjaga keamanan. Selama ini ada warga yang mabuk supaya ditahan. Warga sudah sangat menginginkan kedamaian,” tandasnya. (Hida)

Komentar