oleh

Pelepasan Ratusan Siswa SMP Muhammadiyah Merauke Bertabur Penganugerahan Reward

 

MERAUKE, – Menjelang pengumuman kelulusan secara nasional tanggal 4 Juni 2021, sebanyak 192 siswa kelas IX SMP Muhammadiyah Merauke tahun ajaran 2020/2021 mengikuti acara pelepasan/perpisahan di Swiss-belHotel Merauke, Papua, Rabu (2/6/21).

Pantauan Sorongnews.com acara pelepasan siswa bertabur penganugerahan reward berupa piagam penghargaan itu tidak menghadirkan seluruh peserta didik untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID 19 yakni menghindari kerumunan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Hanya dihadiri siswa penerima penganugerahan reward (penghargaan), orangtua atau wali siswa, pimpinan Muhammadiyah Merauke, dewan guru dan tamu undangan.

Kepala SMP Muhammadiyah Merauke, Suwarno, M.Pd menuturkan, dalam perpisahan ada pemberian penganugerahan reward kepada 62 siswa. Sedangkan pengumuman kelulusan bagi peserta ujian dilaksanakan sesuai peraturan menteri pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi.

“Hari ini (kemarin, red) kami belum bisa menyampaikan presentase dan siapa yang lulus atau tidak lulus. Ini perpisahan sekaligus penghargaan bagi siswa sebagai bentuk sebuah proses pembelajaran dewan guru di SMP Muhammadiyah. Selain ada punishment kita berikan reward kepada yang terbaik dari yang baik-baik,” terangnya kepada Sorongnews.com disela-sela kegiatan.

Dikatakan, ada berbagai macam kategori penganugerahan reward kepada 62 siswa diantaranya, taat ibadah, disiplin dan bertanggungjawab diantara seluruh siswa yang bertanggungjawab di SMP Muhammadiyah.

Selama pandemi COVID 19, sambung Suwarno, proses pembelajaran dilaksanakan secara online dan offline. Pada saat offline, peserta didik dinilai karakteristiknya.

Ditahun ajaran 2021/2022, SMP Muhammadiyah kembali menerima peserta didik sebanyak 192 siswa. Sesuai laporan panitia penerimaan, sudah masuk di gelombang pertama sebanyak 122 siswa sehingga pada gelombang kedua akan dibuka kuota untuk 70 siswa.

“Siswa yang mendaftar akan kami tes wawancara dan beberapa pengetahuan dasar peserta didik. SMP Muhammadiyah terbuka untuk siapa saja, kami tidak membedakan agama, ras, suku dan sebagainya,” bebernya.

Suwarno mengakui, proses pembelajaran di SMP Muhammadiyah sama seperti sekolah-sekolah lainnya namun yang membedakan adalah ada penekanan pendidikan karakter. Oleh karenanya, bagi siswa selain agama islam bisa masuk di SMP Muhammadiyah.

“Kami siap mendatangkan guru agama lain ketika ada siswa selain agama islam. Seperti di SMP dan SMA Muhammadiyah yang ada di Serui justru 70 persen agama nasrani yang adalah masyarakat lokal Papua. Selain itu, di Sorong, NTT dan lain-lain karena kami ada untuk bangsa. Alhamdulillah tahun pelajaran ini secara keseluruhan ada 610 siswa, ada beberapa putera asli Papua yang bergabung di SMP Muhammadiyah Merauke,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merauke, Thiasoni Betaubun berterima kasih kepada pimpinan Muhammadiyah beserta pengurus, kepala sekolah, dewan guru, orang tua siswa dan siswa yang telah memperhatikan pendidikan di Kabupaten Merauke.

“Jangan ada stigma bahwa lulusan ini adalah COVID 19, KLB. Tapi kelulusan yang ada ini sistim regulasi pendidikan kemajuan kedepan. Memang hari ini agak berbeda, ada offline dan online langsung dengan pimpinan Muhammadiyah pusat. Saya rasa ini kemajuan luar biasa, SMP Muhammadiyah sudah 19 tahun tapi tahun ini berbeda. Ini kerjasama yang baik adanya koordinasi, silaturahmi, saling membangun pendidikan bersama antara keluarga, lingkungan masyarakat dan pemerintah. Saya merasa kebanggaan luar biasa bisa dilakukan ditempat yang megah ini,” lugas kepala dinas.

Menurutnya, lembaga pendidikan tetap bekerja keras mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dimasa pandemi. Sedangkan yang menentukan ujian dan kelulusan itu sekolah melalui pemerataan mutu.

“Pendidikan itu tidak mudah. Pendidikan adalah senjata paling ampuh bagi suatu negara. Pendidikan dan agama adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Saya harap, Bapak/Ibu guru kedepan harus terus berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan,” pesan Soni Betaubun.

Sementara itu, Perwakilan ortu/wali siswa, Bambang Suji berterima kasih dan mengapresiasi kepala sekolah beserta dewan guru yang telah mendidik siswa. 19 tahun kiprah SMP Muhammadiyah Merauke berkembang pesat dan luar biasa prestasi bidang akademiknya.

“SMP Muhammadiyah Merauke punya prestasi membanggakan baik di Merauke maupun provinsi. Pondasi dasar kita kelak menjadi orang berhasil dan pemimpin adalah ilmu dan agama. Untuk anak-anakku, jangan merasa puas. Harus terus belajar dan berusaha menggapai cita-cita,” tandasnya. (Hida)

Komentar