Operasi Keselamatan Mansinam 2026 Alami Penurunan Dibanding Operasi Lilin 2025

MANOKWARI, PAPUA BARAT – Angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Mansinam Tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan Operasi Lilin Tahun 2025.

Hal tersebut disampaikan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahtiar, saat diwawancarai di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, Operasi Keselamatan Mansinam yang berlangsung sejak 2 hingga 9 Februari 2026 menunjukkan tren positif dalam penurunan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.

“Selama pelaksanaan operasi, tercatat tujuh kejadian kecelakaan lalu lintas terjadi di Kota Manokwari dan satu kejadian di Kabupaten Teluk Bintuni,” ujar Arief.

Dari delapan kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia, enam orang mengalami luka berat, dan tujuh orang mengalami luka ringan.

Meski terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, pihak kepolisian tetap melakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lebih jauh.

“Sebagai aparat kepolisian, kami terus berupaya agar angka kecelakaan lalu lintas bisa semakin menurun,” katanya.

Dirlantas menjelaskan, kendaraan yang terlibat kecelakaan masih didominasi oleh sepeda motor. Selain itu, faktor manusia masih menjadi penyebab utama, seperti hilangnya konsentrasi pengemudi akibat pengaruh minuman beralkohol.

“Sebagian besar kecelakaan terjadi pada waktu di atas pukul 12 malam,” tambahnya.

Menjelang bulan suci Ramadan, Arief mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berkendara serta mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Terkait antisipasi balapan liar selama Ramadan, Kapolda Papua Barat telah menginstruksikan agar aktivitas tersebut diberantas.

“Sesuai perintah Bapak Kapolda, balapan liar harus dihilangkan dan tidak boleh lagi terjadi di Papua Barat,” tegasnya.

Untuk itu, Dirlantas telah memerintahkan seluruh Kasat Lantas di jajaran Polda Papua Barat agar melakukan patroli rutin di titik-titik rawan balapan liar.

Selain itu, pihak kepolisian juga menjalin kolaborasi dengan Polisi Militer (POM), Satpol PP, dan Dinas Perhubungan guna memperkuat penegakan hukum.

“Kami akan melakukan penindakan secara bersama-sama jika diperlukan,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, Arief mengimbau seluruh masyarakat Papua Barat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas saat berkendara.

“Kecelakaan merugikan semua pihak. Kami juga masih menemukan pengendara yang belum memiliki SIM, tidak memakai helm SNI, serta anak di bawah umur yang mengemudi kendaraan bermotor,” tutupnya. (rolly)

Komentar