SORONG, PBD – Kasus penikaman yang menewaskan seorang perempuan muda bernama Cristina Ewit Syufi (22) di kawasan Gereja Katolik Paroki Santo Bernardus Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu pagi (18/1/2026), akhirnya mulai terungkap. Polisi menyebut motif penikaman diduga lantaran sakit hati yang dirasakan oleh terduga pelaku.
Kasat Reskrim Polres Sorong, IPTU Erikson Sitorus menjelaskan kronologi kejadian bermula saat korban hendak mengikuti ibadah gereja. Korban tiba di lokasi menggunakan mobil transportasi daring dan turun tepat di sekitar area gereja.
“Pada saat korban turun dari mobil, terduga pelaku sudah menunggu di sekitar lokasi. Begitu korban turun, pelaku langsung melakukan penusukan di bagian punggung sebelah kiri,” ujar Kasat Reskrim Polres Sorong, IPTU Erikson Sitorus, Jumat (23/1/26).
Usai ditikam, korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah depan gereja. Namun nahas, korban terjatuh di dekat pintu gerbang gereja.
“Beberapa menit kemudian korban meninggal dunia di lokasi,” lanjutnya.
Ia menerangkan bahwa, polisi yang menerima laporan langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan Tindakan Pertama di TKP (TPTKP) serta mengumpulkan barang bukti. Dari hasil pemeriksaan visum medis, ditemukan satu luka tusukan di punggung kiri korban yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Dalam pengembangan kasus, polisi berhasil mengidentifikasi dan memburu terduga pelaku berinisial MS. Pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres Sorong dan Satreskrim Polres Maybrat pada Selasa (20/1/2026) dini hari lalu, sekitar pukul 03.37 WIT.
Penangkapan dilakukan saat pelaku sedang tertidur di Kampung Sisir, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan. Sebelumnya, pelaku sempat berpindah-pindah lokasi, dari Kampung Ayata, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, sebelum akhirnya bersembunyi di Sorong Selatan.
Operasi penangkapan ini dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Sorong IPTU Erikson Sitorus atas perintah Kapolres Sorong.
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polres Sorong untuk menjalani pemeriksaan intensif dan proses hukum lebih lanjut.
Terkait motif, polisi berpangkat dua balok emas itu mengungkapkan bahwa pelaku diduga melakukan aksi tersebut karena sakit hati terhadap korban, yang menurut pengakuannya berkaitan dengan persoalan hubungan pribadi.
Mantan Wakasatreskrim Polresta Manokwari ini mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.
“Kami harap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Jharu)













Komentar