Kota Sorong Perkuat Layanan Kesehatan Mental, 10 Puskesmas Kini Miliki Alat Deteksi Kejiwaan

SORONG, PBD – Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat pelayanan kesehatan mental masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melengkapi 10 puskesmas di Kota Sorong dengan alat deteksi dini gangguan mental emosional atau kejiwaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat, mengatakan pengadaan alat kesehatan jiwa tersebut telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir melalui dukungan pemerintah pusat.

“Pengadaan alat-alat kesehatan jiwa di 10 puskesmas sudah mulai beberapa tahun lalu. Alat ini disediakan agar di tingkat puskesmas dapat dilakukan pemeriksaan dan deteksi dini gangguan kejiwaan,” ujar Jemima Lobat kepada awak media disela-sela kegiatan HAKLI dan AKKOPSI beberapa hari lalu.

Menurutnya, alat tersebut menjadi bagian penting dalam pemeriksaan kesehatan mental karena dapat membantu mengidentifikasi kondisi emosional seseorang sejak dini. Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat memberikan penanganan lebih cepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Jemima mengungkapkan bahwa perhatian terhadap kesehatan jiwa perlu terus ditingkatkan. Pasalnya, fenomena gangguan jiwa di Kota Sorong menunjukkan tren yang semakin mengkhawatirkan.

“Kita melihat fakta di Kota Sorong bahwa jumlah orang dengan gangguan jiwa semakin bertambah. Karena itu pelayanan kesehatan, termasuk kesehatan mental, harus terus diperhatikan,” katanya.

Ia menjelaskan, bantuan alat kesehatan jiwa dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan Kota Sorong diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Warga yang ingin mengetahui kondisi kesehatan mentalnya kini dapat mengakses layanan tersebut di puskesmas terdekat.

“Apabila ada gangguan-gangguan jiwa yang perlu kita tangani sejak dini, kita berharap alat ini dapat membantu kita,” tambahnya.

Alat deteksi dini gangguan mental emosional tersebut diperkenalkan kepada masyarakat dalam kegiatan Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberkulosis (TBC) Berbasis Komunitas Melalui Higiene Sanitasi dan Akselerasi Quality Control SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis yang berlangsung di Aston Sorong Hotel & Conference Center, Sabtu (30/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pejabat turut mencoba alat pemeriksaan kesehatan mental tersebut. Di antaranya Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, Wakil Wali Kota Sorong, Ansar Karim, serta Kadis Lingkungan Hidup, Julian Kelly Kambu.

Kehadiran alat deteksi dini gangguan mental emosional di seluruh puskesmas diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan jiwa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari kesehatan secara menyeluruh. (Oke)

Komentar