oleh

Ketua Ijti Papua Barat : Masyarakat Jangan Termakan Informasi Hoax Di Medsos

Sorong, – Menjelang Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (pilkada) serentak di seluruh Indonesia, eskalasi berita hoax terus meningkat di media sosial. Masyarakat diminta untuk tidak menelan mentah informasi yang beredar di media sosial yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Hal tersebut disampaikan Ketua IJTI Pengda Papua Barat, Chanry Andrew Suripatty saat memberikan keterangan tertulis pada sorongnews soal maraknya informasi hoax yang beredar di media sosial menjelang pilkada serentak Desember mendatang.

Menurut Chanry, dalam pilkada serentak nanti, Papua Barat juga turut melaksanakan pesta demokrasi 5 tahunan itu. Ada 9 kabupaten di Papua Barat yang akan menggelar pesta demokrasi tersebut.

Menurut Chanry, untuk menjadi media yang dipercaya masyarakat, wartawan juga harus berpodoman pada kode etik jurnalistik. Wartawan tidak bisa dengan gampang mengambil informasi dari media sosial (medsos), sebab keakuratan informasinya belum jelas. Wartawan juga jangan terlibat pada penyebaran berita hoax.

Pria yang merupakan Jurnalis senior ini menyayangkan, saat ini masyarakat lebih memilih informasi yang diperoleh dari medsos dibanding berita yang disajikan melalui media daring—karya jurnalistik. Padahal keakuratan data dan informasinya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Komentar