RAJA AMPAT, PBD – Ketua DPRK Raja Ampat, Moch Taufik Sarasa menyoroti polemik kembalinya para pedagang ke Pasar Mblin Kayam dalam beberapa pekan terakhir. Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya pedagang kecil di Waisai, Rabu (27/5/2026).
Melalui pesan WhatsApp, Ia menegaskan pemerintah harus serius memperhatikan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN serta memperkuat sektor perdagangan masyarakat.
Moch Taufik Sarasa, menegaskan kepada Pemerintah Daerah agar segera membayarkan TPP ASN sesuai anggaran yang telah dialokasikan sebesar Rp104,5 miliar.
Ia berharap pembayaran TPP dilakukan sesuai kemampuan dan keseimbangan keuangan daerah, sehingga hak-hak ASN tetap terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas fiskal pemerintah daerah.
“Ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat, bukan semata-mata untuk siapa-siapa. Jadi kami atas nama lembaga mendorong TPP ASN harus diberikan,” tegasnya.
Menurutnya, beberapa langkah strategis yang perlu segera dilakukan pemerintah daerah antara lain percepatan renovasi Pasar Baru Snonbukor, percepatan realisasi belanja modal infrastruktur, penyaluran dana desa, hingga pembayaran TPP ASN agar daya beli masyarakat kembali meningkat.
Ia menilai perputaran ekonomi di Waisai harus segera diperkuat agar aktivitas perdagangan masyarakat kecil tetap berjalan dan tidak semakin terpuruk akibat lemahnya transaksi pasar.
Persoalan yang terjadi saat ini dinilai bukan sekadar perpindahan lokasi pedagang, melainkan bagaimana menciptakan pasar yang benar-benar hidup dan memiliki daya tarik ekonomi bagi masyarakat.
Pasar Baru Snonbukor dinilai belum memiliki “magnet ekonomi” yang cukup kuat untuk mendatangkan pembeli secara konsisten. Ketika jumlah pembeli minim, para pedagang memilih kembali ke Pasar Mblin Kayam yang selama ini telah memiliki pelanggan tetap serta perputaran uang yang lebih jelas.
Jika kondisi ini terus berlangsung tanpa solusi konkret, maka dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang kecil, melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan relokasi pasar, serta sulitnya mewujudkan pemerataan pusat ekonomi di Waisai.
Perpindahan pedagang yang sebelumnya diharapkan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi di Pasar Baru Snonbukor hingga kini belum berjalan sesuai harapan.
Sejumlah pedagang mengaku Pasar Mblin Kayam masih lebih ramai pembeli dan lebih strategis untuk aktivitas perdagangan sehari-hari.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai akar persoalan yang sebenarnya dihadapi para pedagang. Mulai dari minimnya fasilitas pasar, akses transportasi, rendahnya jumlah pembeli, hingga belum maksimalnya penataan pasar oleh pemerintah daerah menjadi sorotan publik.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan Pasar Baru Snonbukor dengan mendengar langsung aspirasi para pedagang agar solusi yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan. (Oke)












Komentar