Ketua DAP Wilayah III Doberay Ajak Masyarakat Papua Rukun Tinggalkan Perbedaan karena Papua adalah Satu

SORONG, PBD –  Dewan Adat Papua (DAP) wilayah III Doberay mengajak masyarakat khususnya Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua Barat Daya untuk membantu pihak kemanana serta pemerintah daerah menjadi kamtibmas.

Ketua DAP Wilayah III Doberay Ronald Kondjol, meminta masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu menyesatkan yang merusak persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa.

Ronald menegaskan bahwa terkait dengan polemik antara anggota DPD RI Paul Finsen Mayor dengan anggota MRPBD Selly Kareth, masyarakat jangan terpancing dengan ajakan untuk melakukan aksi-aksi.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak terpancing dengan situasi yang sedang terjadi. Persoalan ini adalah perseteruan antara pihak-pihak tertentu, sehingga jangan sampai berkembang menjadi konflik yang lebih luas di tengah masyarakat,” tegas Ronald Kondjol kepada media ini melalui telpon celulernya, Senin (6/4/2026).

Kondjol menegaskan lagi bahwa Papua adalah satu, tidak ada perbedaan antara pesisir maupun pegunungan. Papua memiliki akar, identitas, dan rasa persaudaraan yang sama. Oleh karena itu, mari jaga kebersamaan, persatuan, serta persaudaraan sesama orang Papua.

“Apabila kita terpancing emosi lalu terjadi konflik yang tidak diinginkan, tentu hal tersebut akan merugikan banyak pihak, serta mengganggu keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Papua Barat Daya,” ujarnya.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mendukung proses penyelesaian persoalan ini secara bijak dan damai. Dalam situasi seperti ini, semua pihak memiliki tanggung jawab termasuk Dewan Adat untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Papua.

Sangat disayangkan jika yang tidak memahami persoalan secara utuh justru ikut digiring dalam situasi yang dapat memicu konflik horizontal, yang pada akhirnya merusak kebersamaan dan memecah persatuan antar suku di Papua.

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat Papua untuk menahan diri. Biarlah persoalan ini diselesaikan melalui mekanisme adat, melalui para kepala suku dan tokoh-tokoh yang berwenang, dengan demikian, tidak boleh ada lagi tindakan atau sikap yang justru memperkeruh keadaan dari masing-masing pihak,” harapnya. (Oke)

____ _____ _____ _____ _____ ____

Komentar