Jamaah Ahmadiyah Kurban 225 Sapi, 517 Kambing Termasuk 3 di Papua Barat dan 1 di Papua Barat Daya

SORONG, PBD – Jamaah Ahmadiyah di seluruh Indonesia termasuk di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya turut merayakan Idul Adha 1445 Hijriah dengan melaksanakan ibadah pemotongan hewan kurban.

Mubaligh, Dosen Studi Agama-Agama dan Bahasa Farsi dan Wakil Rektor (Naib Principal) Bidang Akademik Jamiah Ahmadiyah Internasional Indonesia Bogor, Jawa Barat, Dr. Rakeeman Jumaan kepada sorongnews.com Selasa (18/6/24) mengatakan bahwa tahun ini jumlah jamaah yang berkurban 2.090 orang dengan jumlah hewan yang dikurbankan untuk sapi sebanyak 225 ekor dan kambing sebanyak 517 ekor. Termasuk 3 ekor sapi di Papua Barat dan 1 ekor sapi di Papua Barat Daya.

Dikatakan Rakeeman, saat ini tidak dapat membayangkan hidup kekurangan, tapi di negara-negara miskin, ketika daging kurban diberikan, kebahagiaan orang-orang terlihat jelas. Di sana banyak sekali orang-orang yang tidak bisa makan daging bahkan hingga bertahun-tahun.

“Alhasil, pengorbanan lahiriah ini juga merupakan satu sarana untuk memenuhi hak-hak hamba dan dengannya juga meningkatkan kecintaan Allah Taala, karena seseorang mengkhidmati makhluk Allah Taala demi kecintaan Allah Taala” ujar Rakeeman.

Ia mengutip sabda pendiri Jemaat Ahmadiyah dari Barahin-e-Ahmadiyyah, Bagian 5, Ruhani Khazain, Jilid 21, halaman 424 yang berbunyi “Kesucian hati adalah pengorbanan yang sejati. Daging dan darah bukanlah pengorbanan yang sejati. Orang-orang awam mengorbankan hewan-hewan, sedangkan orang-orang yang istimewa menyembelih hati mereka. Namun Allah Taala juga tidak menghentikan pengorbanan ini”, yakni Dia pun tidak menghentikan pengorbanan lahiriah ini, “supaya diketahui bahwa pengorbanan tersebut juga berkaitan dengan manusia.”

“Penyembelihan kambing dan domba secara lahiriah ini juga berhubungan dengan manusia. Alhasil, beliau bersabda bahwa falsafah pengorbanan adalah pengorbanan hati, menebar kebaikan-kebaikan dan menyucikan jiwa dari segala sesuatu selain Allah, namun pengorbanan lahiriah juga harus dilakukan karena hal ini juga menarik perhatian seorang mukmin pada falsafah pengorbanan,” imbuh Rakeeman.

Ditambahkan olehnya bahwa Kurban sapi di Papua Barat dan Papua Barat Daya berasal dari keluarga besar keturunan perintis (awalin) Ahmadiyah asal Sumatra Barat, yaitu Zainal Abidin, Bagindo Razzak dan Bagindo Ghazali. (Oke)

____

Komentar