Ini Tanggapan Polisi soal Palang Jalan Km 16 Buntut Dugaan Tabrak Lari Berujung Maut

SORONG, PBD – Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto menanggapi soal aksi pemalangan jalan yang terjadi di Jalan Sorong-Klamono Km 16, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (20/6/24).

Diketahui, pemalangan jalan terjadi sejak pukul 15.00 WIT hingga pukul 20.15 WIT. Pemalangan ruas jalan yang menghubungkan antara Kota-Kabupaten Sorong itu membuat akses jalan tersebut lumpuh total.

Menanggapi soal pemalangan jalan 5 jam lebih, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto angkat bicara saat dihubungi wartawan melalui sambung telpon, Kamis (20/6/24) malam.

Dikatakannya bahwa, aksi pemalangan jalan yang terjadi itu murni spontanitas yang dilakukan Kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Sorong dan sejumlah keluarga dari almarhumah Desy Mate.

Lebih lanjut, dirinya menepis penyebab meninggalnya Desy Mate lantaran telah terjadi aksi begal di kawasan tersebut.

“Jadi saya tegaskan, ini tidak ada urusan dengan aksi begal, aksi begal sudah kami tangani, murni ini aksi spontanitas keluarga korban yang kebetulan almarhumah ini anggota PMKRI, sehingga ini aksi spontanitas dari teman-temannya bersama keluarga korban,” kata Kapolresta Sorong Kota, Kombes Pol Happy Perdana Yudianto, Kamis (20/6/24) malam, usai dibukanya palang jalan.

Dibeberkannya bahwa, pihak kepolisian belum dapat memastikan secara pasti terkait kejadian yang menyebutkan korban meninggal dunia Desy Mate bersama buah hatinya berusia 3 tahun dalam kondisi kritis merupakan korban tabrak lari.

“Ini ada isu bahwa ini adalah tabrak lari, kami juga belum dapat memastikan tabrak lari atau bukan, sampai saat ini saksinya belum ada,” bebernya.

Diterangkannya, kejadian yang dialami Desy Mate bersama anaknya telah dilaporkan ke Polsek Sorong Timur pada hari Senin (17/6/24) lalu, namun berkembang isu tabrak lari, sehingga diarahkan untuk membawa perkara ini menuju Mapolresta Sorong Kota.

“Itu kejadiannya hari Senin (17/6/24) lalu, dan dilaporkan ke Polsek Sorong Timur, karena ada informasi yang menyebut itu merupakan kasus tabrak lari dan kemungkinan ada tersangka yang lari, langsung diarahkan menuju Mapolresta Sorong Kota, ternyata tidak langsung dilaporkan kejadian itu, laporan masuk di Mapolresta hari Rabu (19/6/24), korban (Desy Mate) meninggal hari Kamis (20/6/24), sehingga dilakukan pemalangan itu,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, pihaknya belum dapat memastikan penyebab meninggalnya Desy Mate akibat tabrak lari ataupun karena hal lainnya, sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kejadian tersebut.

“Sementara belum pasti, bukan tidak ya, tetapi masih dalam pendalaman, karena belum ada saksi-saksi yang menyampaikan ini tabrak lari. Kami masih dalam penyelidikan, masih dalam pendalaman, bener tidak itu tabrak lari, kami masih mengumpulkan saksi-saksi,” jelasnya.

Orang nomor satu dalam jajaran Polresta Sorong Kota itu menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar tidak melakukan aksi pemalangan jalan, karena dinilainya sangat mengganggu ketertiban umum.

“Saya dalam hal ini menghimbau kepada seluruh warga sudah hentikan, stop aksi palang-palang jalan, aksi mengganggu ketertiban umum. Jadi tolong stop aksi palang-palang jalan, karena itu sangat-sangat mengganggu,” himbaunya.

Dirinya menilai, apabila terjadi masalah, masyarakat dapat membicarakan dengan baik, sehingga kedepannya dapat mencari jalan keluar.

“Kalau memang harus ada yang dibicarakan, dibicarakan dengan baik-baik, sampaikan ke pihak mana yang mau disampaikan, jangan juga mengganggu ketertiban umum. Semua bisa kita bicarakan, semua bisa kita cari jalan keluar, tetapi jangan juga langsung palang-palang jalan seperti itu,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan Sorongnews.com, diduga buntut kasus tabrak lari, sejumlah warga memalang Jalan Sorong-Klamono, Km 16, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (20/6/24).

Pantauan wartawan Sorongnews.com, pemalangan ruas jalan itu menggunakan batang pohon besar, tali hingga diselimuti kain merah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sorongnews.com, pemalangan Jalan utama yang menghubungkan antara Kota Sorong dan Kabupaten Sorong itu terjadi sejak pukul 15.00 WIT.

Akibatnya, akses jalan tersebut lumpuh total, ribuan pengendara terhenti langkahnya selama kurang lebih 5 jam, akhirnya palang jalan dapat dilewati pada pukul 20.15 WIT usai dilakukan mediasi antara warga, pihak keluarga korban, pihak kepolisian, pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat lainnya.

Diketahui, massa yang menggelar aksi pemalangan jalan itu lantaran beberapa hari lalu telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan Desy Mate meregang nyawa dan balitanya berusia kurang lebih 3 tahun dalam kondisi kritis. (Jharu)

____

Komentar