Dugaan Penggelembungan Suara di Distrik Sorong Barat, Diduga KPU Kota Sorong Pecah Kongsi

SORONG, PBD – Penggelembungan suara di Distrik Sorong Barat kembali mencuat usai pembacaan rekapitulasi suara DPRD Kota Sorong Dapil 1 oleh Ketua PPD di hotel vega, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa malam (5/3/24).

Penggelembungan suara di Distrik Sorong Barat disampaikan oleh saksi Partai Golkar yang mengungkap adanya penggelembungan suara internal Partai Golkar yang diduga dilakukan oleh caleg nomor urut 1. Hal ini sesuai C Hasil di sejumlah TPS di kelurahan Rufei dan Klawasi. Keluhan Partai Golkar ini juga sudah dituangkan dal berita acara kejadian khusus kepada Bawaslu.

___

Selain saksi Golkar, saksi Demokrat, PKB juga melaporkan hal serupa terjadi di internal partai mereka.

Bawaslu pun merekomendasikan agar keluhan saksi ditindak lanjuti. Namun ketua KPU Kota Sorong, Balthasar Kambuaya blunder dengan sejumlah statemennya hingga kembali terjadi adu argumentasi antara saksi dan ketua KPU.

Salah satu Komisioner KPU Kota Sorong, Divisi hukum dan pengawasan, Indra Permana Saragih mengusulkan agar rekomendasi Bawaslu ditindak lanjuti dengan kembali membuka C hasil. Namun kembali dimentahkan oleh Ketua KPU Kota Sorong.

Beda argumen antara Ketua dan Divisi disoroti saksi dari Nasdem, Gusti Sagrim yang mengingatkan KPU untuk hati-hati karena pecah kongsi.

“Awas Saya ingatkan, hati-hati, jangan main-main dengan suara rakyat. Hati-hati, kalian Saja sudah pecah kongsi menandakan ada sesuatu diantara kalian,” tegas Sagrim yang disambut tepuk tangan saksi lainnya.

Usai adu argumentasi, pleno masih dilanjutkan hingga pukul 22.15 WIT dengan mempertimbangkan hasil masukan Bawaslu Kota Sorong. (Oke)

___ ___

Komentar