Dua Tewas, Begini Kronologi Serangan OTK di Tambrauw, Polisi Buru Pelaku

SORONG, PBD – Kasus dugaan penghadangan dan penganiayaan yang terjadi di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIT telah menewaskan dua orang warga. Peristiwa tragis itu terjadi di jalan poros utama wilayah tersebut ketika korban hendak pulang.

Dalam konferensi pers di Sorong, Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Jenny Setya Agustin Hengkelare, bersama Dirintel Kombes Pol Angling Kuncoro dan Kabid Propam AKBP Matias Krey (mewakili Kapolda Brigjen Pol Gatot Haribowo), menjelaskan bahwa kejadian bermula saat empat pengendara sepeda motor melintas di lokasi. Mereka kemudian dihadang dan diserang oleh sekelompok orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.

Dua korban berhasil melarikan diri dan melaporkan kejadian ke pos keamanan terdekat, sedangkan dua lainnya meninggal di tempat akibat luka berat. Pemeriksaan medis memastikan kematian bukan akibat luka tembak, melainkan luka dari benda tajam seperti parang.

Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, evakuasi korban, dan pengamanan wilayah. Jenazah korban pertama dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum dirujuk ke rumah sakit di Sorong.

Guna menjamin keamanan, sekitar 60 personel Brimob ditempatkan di titik rawan, serta aparat TNI dan Polres Tambrauw terlibat dalam pengamanan jalur. Sistem pengawalan dengan pola konvoi diberlakukan bagi pengendara yang melintasi lokasi kejadian.

Polda juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut korban sebagai aparat atau adanya unsur penembakan tidak benar. Korban dipastikan merupakan warga sipil dan bukan bagian dari institusi tertentu.

Sampai saat ini, penyelidikan masih berlangsung intensif. Beberapa identitas diduga terkait pelaku telah terkumpul, namun belum ada tersangka yang ditetapkan karena masih dilakukan pendalaman keterangan saksi dan barang bukti, termasuk analisis video yang mengklaim bertanggung jawab.

Pihak kepolisian menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan tetap waspada karena aparat keamanan telah disiagakan. Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat pernah terjadi insiden serupa sebelumnya, dan kepolisian berkomitmen untuk mengungkap pelaku serta menjaga keamanan masyarakat. (**/oke)

_____ _____ _____ _____

Komentar