oleh

Dinas PPPA Gelar Nikah Massal Kepada 51 Pasang Pengantin

SORONG, – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Sorong, melaksanakan nikah massal kepada 51 pasangan pengantin, 18 diantaranya nikah gereja dan cacatan sipil (capil) sedangkan 33 lainnya melangsungkan nikah capil.

Usai 18 pasangan pengantin melakukan pemberkatan nikah di Gereja Maranatha Remu Sorong, kemudian dilanjutkan dengan nikah capil yang berlangsung di Gedung Tigtigweria Dinas PPPA, Jumat (19/8/22).

Prosesi nikah massal dihadiri langsung oleh Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau. Saat ditemui usai kegiatan nikah massal, dirinya turut bahagia dan senang sebab masyarakat sadar akan pentingnya pernikahan baik secara agama maupun secara pemerintah.

“mereka menghargai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan tentu mereka sadar akan pentingnya surat-surat kependudukan yang didalamnya ada kartu keluarga, akta kelahiran sebab semua kepengurusan akan memerlukan data lengkap yang tercatat di Dukcapil salah satunya untuk pendidikan anak-anak,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Eda Doo, menuturkan bahwa program nikah massal merupakan program rutin khusus untuk orang asli papua sebab semuanya bersumber dari dana otsus.

“Puji Tuhan hari ini kegiatan nikah massal dapat dilakukan kepada 51 pasangan sebenarnya masih banyak diluar sana yang belum melakukan nikah gereja maupun capil namun karena kami terbatas hanya itu saja yang berhak ikut nikah massal hari ini sesuai data yang didapat dari kelurahan,” terang Kadis PPPA.

Ia juga menjelaskan bahwa semua disiapkan oleh dinas mulai keluar rumah sudah dijemput, make up, pakaian pengantin, sampai makanan. Selain itu yang sudah meniliki anak namun belum memiliki KTP, KK, akta kelahiran anak semua diurus oleh pihak PPPA.

“Saya berharap mendapat dukungan penuh sehingga kegiatan ini bisa mengakomodir orang-orang Papua karena memang seperti yang dilihat bahkan tadi ada yang sampai lanjut usia pun baru mengikuti nikah massal dan yang paling tertua usianya hampir mencapai 60 tahun dan yang paling mudah sekitar 20 tahun ke atas,” tegasnya.

Ia berpesan agar setiap pasangan tetap menjaga keutuhan rumah tangga dan juga anak-anak dengan baik saling setia menolong dalam suka maupun duka, sebab mereka telah diberikan kemudahan tanpa mengeluarkan biaya apapun karena telah ditanggung oleh pemerintah dalam hal ini dinas PPPA. (Mewa)

Komentar