BPOM Lakukan Advokasi Keamanan Pangan Bagi Kabupaten Sorong

SORONG, – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari melakukan kegiatan advokasi kegiatan keamanan pangan dalam rangka pelaksanaan program prioritas nasional gerakan keamanan pangan desa (GKPD), pasar pangan aman berbasis komunitas (PPABK) dan pangan jajanan yang dikonsumsi anak usia sekolah (PJAS) tahun 2022 di Kabupaten Sorong, yang dilaksanakan di Hotel Vega Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (9/3/22).

Kepala BPOM Manokwari, Musthofa Anwari usai kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan advokasi Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD) ini sudah berlangsung sejak tahun 2014 sampai 2024 dan untuk di tahun ini baik itu kegiatan gerakan keamanan pangan desa maupun pasar pangan aman berbasis komunitas serta satu lagi yaitu aksi nasional pangan jajanan yang dikonsumsi usia sekolah atau PJAS itu dilaksanakan di dua kabupaten yaitu ada di kabupaten Sorong dan di Kabupaten Raja Ampat.

“Advokasi hari ini adalah untuk memantapkan komitmen dari lintas sektor yaitu yang ada di kabupaten Sorong untuk bisa saling sinergi dengan kami, sehingga dapat mensukseskan kegiatan prioritas nasional pada tahun ini karena setelah advokasi ini ada beberapa tahapan lagi. Mulai dari bimbingan teknis, ada bimtek, pembinaan untuk kader, pemberdayaan masyarakat atau komunitas,” ujar Musthofa.

Ditambahkan olehnya bahwa sejak tahun 2014 sampai tahun 2022, hampir seluruh wilayah Kota dan Kabupaten di Papua Barat telah disosialisasikan mengenai kegiatan advokasi tersebut. Hanya sejumlah beberapa wilayah yang belum masuk, diantaranya Kabupaten Maybrat, Tambrauw, Sorong Selatan, Pegunungan Arfak dan Teluk Wondama. Dimana kabupaten tersebut diharapkan dapat teralisasi hingga tahun 2024 mendatang. Sedangkan yang sudah berjalan akan dilakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev).

Provinsi Papua Barat menurutnya dilakukan upaya intervensi program prioritas nasional tersebut, dimana akan memberdayakan komunitas atau masyarakat di lingkungan sekolah, pasar dan desa. Diharapkan dengan adanya intervensi tersebut, menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk melakukan program berkelanjutan di daerah masing-masing.

“Tujuan kegiatan ini adalah sebagai trigger (pemicu) yang nantinya akan direplikasi oleh pemerintah daerah┬ádalam pemberdayaan, termasuk penganggarannya,” imbuh Musthofa.

Adapun dua desa yang akan menjadi sasaran advokasi tahun 2022 adalah Distrik Aimas dan Distrik Mariat. Sedangkan dua desa di Raja Ampat adalah desa Saonek dan desa Bonkawir.

Kegiatan tersebut dihadiri Stas Ahli Bupati Sorong, sejumlah kepala dinas terkait Pemda Kabupaten Sorong. (Oke)

____

Komentar