oleh

21 Pengecer BBM Bersubsidi Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara dan Denda 60 M

SORONG, – Tindakan tegas dilakukan oleh Polres Sorong Kota dengan mengamankan 21 orang pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dengan sengaja menjual BBM jenis pertalite dan premium kepada masyarakat umum. Tidak hanya menjual BBM eceran, 21 pengecer BBM ini juga mengambil kesempatan dalam kesempitan antrian di SPBU dengan menjual BBM tersebut diatas harga normal yaitu Rp30.000 sampai Rp.50.000 per botol besar air mineral.

Dalam rilis yang dilakukan Senin siang (8/11/21), Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengungkapkan bahwa sejak kejadian fenomena antrian panjang di SPBU, digunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengambil keuntungan disaat orang lain mengalami kesulitan.

“Dari hasil operasi cepat tim Polres Sorong Kota di lapangan, Saya tegaskan tidak ada kelangkaan BBM. BBM lancar dan stok cukup untuk kebutuhan masyarakat. Saya peringatkan bahwa BBM di SPBU dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk diperjual belikan kembali,” ujar Kapolres.

Dari hasil operasi tersebut pula, pihak Polres berhasil mengamankan 21 orang pedagang eceran BBM baik yang sudah lama menjadi pedagang eceran maupun pedagang eceran dadakan di sejumlah titik di Kota Sorong. Dimana mereka menjual BBM eceran demi kebutuhan ekonomi keluarga.

Petugas Kepolisian mengecek barang bukti Angkutan umum yang dijadikan alat penimbunan BBM bersubsidi / Oke

“Pelaku penjual BBM eceran jenis pertalite dan premium, tindakan ini dilakukan atas adanya informasi yang terjadi saat ini. Seperti yang kita lihat saat ini ada 21 pelaku yang sudah kita amankan dari kemarin.

Informasi yang berkembang di masyarakat, harga ini melebihi eceran seharusnya, premium yang harga Rp6.450 dan pertalite Rp7.850, di eceran dijual dari kisaran Rp20-50 ribu rupiah.

Atas tindakan ke 21 orang tersebut, mereka terancam dipidana paling lama 6 tahun kurungan badan dan denda 60 Miliar Rupiah.

“Ini karena mereka ada yang menjual BBM bersubsidi jenis premium maka ancaman hukumannya kami kenakan hukuman pidana sesuai UU nomor 22 tahun 2001 pasal 55 dimana Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,- (enam puluh miliar rupiah),” tegas Kapolres.

Ia pun mengimbau kepada warga untuk tidak menjual kembali BBM hasil mengantri di SPBU karena tindakan mereka merugikan orang lain. Ia pun menegaskan siap memberantas pengecer BBM yang sampai hari ini masih membandel.

Adapun barang bukti berupa ratusan botol air mineral 1.500 liter berisi BBM jenis Pertalite dan Premium, Puluhan Jerigen ukuran 25 liter berisi BBM, puluhan jerigen ukuran 5 liter berisi BBM dan 4 unit mobil angkutan umum berwarna kuning yang digunakan untuk mengetab BBM. (Sya/Oke)

 

Komentar