SORONG, PBD – Yayasan At Taubah Peduli Sosial (YAPS) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 bersamaan dengan HUT ke-1 Griya Lansia yang berlangsung di Graha Lansia Malanu, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Minggu sore (4/1/2026).
Ketua YAPS, Edy Purnomo, mengungkapkan bahwa perjalanan YAPS bukanlah perjalanan yang mudah. Sejak mulai dirintis, yayasan ini terus berjuang membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lansia dari berbagai latar belakang, termasuk lansia sakit asal Tionghoa dan Ambon, Opa Ferdinan.
Akibat usia yang tak lagi muda serta penyakit yang diderita Opa Ferdinan, mengurungkan niat Edy bersama pengurus untuk melaksnakan tasyakuran di pantai.
“Saat ini Opa Ferdinan sudah tidak bisa berbuat apa-apa, menurut dokter Ibrahim, waktunya tak lagi lama, ” ujar Edy.
Peringatan HUT ini menjadi simbol komitmen YAPS untuk terus menebar kepedulian, merawat kemanusiaan, dan menjadi harapan bagi mereka yang terpinggirkan.
“Tidak terasa, YAPS sudah berdiri sejak Januari. Perjuangan ini dimulai sejak 2019, dan hingga 2023 sampai sekarang kami masih terus berjuang. Tiga tahun ini bukan waktu yang mudah, tetapi selama masih ada yang membutuhkan, YAPS akan tetap eksis membantu,” lanjut Edy.
Saat ini, YAPS menaungi 23 lansia, dengan 15 lansia yang masih aktif dirawat di Griya Lansia. Ia mengakui keterbatasan tenaga dan dukungan, sehingga membutuhkan doa serta kepedulian dari semua pihak.
“Saya tidak bisa sendiri. Semua ini berawal dari mimpi. Tahun 2026 kami menargetkan pengadaan mobil ambulans baru dan mendirikan Griya ODGJ pertama di Papua Barat Daya,” tambahnya.
Sementara itu, Pendiri YAPS, Joko Rustiono, menegaskan bahwa kepedulian sosial tidak boleh berhenti. Menurutnya, peringatan HUT ini menjadi momentum refleksi dan muhasabah atas apa yang telah dicapai dan apa yang belum diraih.
“Hidup ini tidak berhenti untuk peduli kepada orang lain. Ini saatnya kita menumbuhkan empati, karena siapa lagi yang akan peduli dan mengurus mereka jika bukan kita,” katanya.
Dukungan terhadap YAPS juga datang dari BKM At Taubah. Ketua BKM At Taubah, Maslan Basri, menyampaikan bahwa gerakan sosial yang lahir dari masjid harus terus diperkuat melalui kolaborasi.
“Berawal dari masjid, meski tidak semua masjid seperti kita. Intinya kita tetap satu, saling mengisi, berkolaborasi dan saling mengingatkan,” ujarnya.
Acara tersebut turut diisi dengan berbagi pengalaman dokter asal Gaza Palestina Syech Dr. Ibrahim Abdullah yang aktif keliling Indonesia untuk berbagi kepada sesama dan berdakhwah.
Juga dihadiri, Ketua IKASWARA Kota Sorong Ahmad Murtadho, Anggota DPRK Kota Sorong Samsul Islam Bakri, pemimpin redaksi sorongnews.com, Bhabinkamtibmas, babinsa, pengurus dan majelis taklim BKM At Taubah dan relawan lainnya yang memberikan dukungan moral atas kiprah sosial YAPS di Papua Barat Daya. (oke)








Komentar