SORONG, PBD – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka tiba di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa (21/4/2026) dalam rangka kunjungan kerja ke kawasan timur Indonesia.
Salah satu agenda utama kunjungan tersebut yakni meninjau kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang berlokasi di Kilometer 16 Kota Sorong pada Rabu sore (22/4/2026).
Kawasan ini diproyeksikan sebagai pusat pemerintahan terpadu bagi provinsi termuda di Indonesia tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pengamanan diperketat oleh aparat TNI dan Polri menjelang kedatangan Wakil Presiden. Selain itu, berbagai persiapan penyambutan juga terus dilakukan, termasuk pembersihan dan penataan area di sekitar kantor gubernur.
Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Papua Barat dan Papua Barat Daya, Corneles Sagrim memastikan bahwa pembangunan tiga gedung strategis di kawasan tersebut telah mencapai progres 100 persen.
“Tiga kantor utama sudah selesai secara fisik. Saat ini tinggal tahap finishing seperti perapian dan penyempurnaan beberapa bagian,” ujar Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Papua Barat dan Papua Barat Daya, Corneles Sagrim.
Adapun tiga gedung yang dimaksud meliputi Kantor Gubernur, kantor Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD), serta kantor DPR Papua Barat Daya (DPRP). Dari ketiga bangunan tersebut, dua di antaranya yakni kantor DPRP dan MRPBD telah sepenuhnya rampung.
Sementara itu, Kantor Gubernur masih berada pada tahap akhir pengerjaan, khususnya pada aspek arsitektur serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
Meski masih dalam tahap penyempurnaan, seluruh bangunan ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir April 2026.
Selain pembangunan gedung utama, pemerintah juga memberi perhatian pada infrastruktur pendukung, terutama akses jalan menuju kawasan perkantoran.
Corneles mengakui bahwa sebelumnya terdapat kendala dalam pembangunan akses tersebut, namun kini telah ditangani melalui koordinasi antara pemerintah provinsi dan pihak TNI.
“Untuk akses masuk memang sempat menjadi kendala, tetapi sudah dikoordinasikan dan dalam waktu dekat akan segera dikerjakan,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan kawasan ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah dalam membangun pusat pemerintahan terpadu di Papua Barat Daya.
Pada tahap awal, pembangunan difokuskan pada pengembangan lahan, pembangunan tiga gedung utama, serta penyediaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Kedepan, kawasan ini akan dilengkapi dengan kantor organisasi perangkat daerah (OPD) serta berbagai instansi vertikal lainnya, termasuk perwakilan lembaga pemerintah pusat di daerah.
Kunjungan Wakil Presiden diharapkan dapat memastikan kesiapan infrastruktur sekaligus mendorong percepatan pembangunan di wilayah Provinsi termuda di Indonesia ini. (Jharu)














Komentar