Rugikan Negara 2,3 Miliar, Kadis Pendidikan Kota Sorong dan Konsultan Ditetapkan Sebagai Tersangka

SORONG, PBD РKepala Dinas Pendidikan Kota Sorong yang saat masih aktif menjabat, YA  bersama konsultan F (sebelumnya inisial EI) ditangkap oleh Kepolisian Sorong Kota usai menjalani pemeriksaan pada Kamis malam (27/6/24) dan telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Polresta Sorong Kota.

Dalam keterangan Pers Kapolres Sorong Kota, Happy Perdana Yudianto di Mapolresta, Jumat (28/6/24), terungkap bahwa tersangka YA melakukan tindak pidana penggelapan keuangan negara dari proyek pengadaan Alat Perlindungan Diri (APD) untuk Protokol kesehatan Covid 19 guna dibagikan ke Setiap sekolah Semua Tingkatan (TK,SD,SMP,SMA) Tahun Anggaran 2021 sebesar 4,7 Milyar.

“Jadi Dinas Pendidikan Kota Sorong tidak menyusun HPS (Harga Perkiraan Sendiri) dan KAK (Kerangka Acuan Kerja), namun hanya RAB (Rancangan Anggaran Biaya) yang telah di Mark Up untuk harga satuan barang dan penyerahannya tidak sesuai volume, sehingga di indikasi terjadi penyimpangan mengakibatkan kerugian negara,” terangnya.

Menurut Kapolresta Yudianto, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Proyek pengadaan barang dan jasa senilai 4,7 milyar tersebut, direkayasa YA dan di perkirakan merugikan keuangan negara sebesar 2,3 Milyar Rupiah.

“Tersangka YA mencari sendiri perusahaan (meminjam bendera) dimana seharusnya Pejabat Pengguna Anggaran tidak diperbolehkan melakukan hal itu tanpa pihak ke 3 melalui lelang,” imbuhnya.

YA terancam Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pasal 2 ayat 1 tentang memperkaya diri sendiri dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun.

Sementara dalam menggelapkan uang negara, YA tidak bekerja sendiri. YA besama tersangka F, berperan sebagai konsultan dan bertugas untuk mencari perusahaan dan memalsukan tanda-tangan.

Kedua tersangka rencana akan ditahan selama 20 hari di Rutan Mapolresta sebelum dilimpahkan ke tahap selanjutnya dan dijerat UU Tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun serta denda ratusan juta hingga miliaran rupiah.(Ali).

____

Komentar