Resmikan Mooring Buoy di Pulau Fam, Blud UPTD KKP R4 : Dukung Pariwisata Dorong Pemanfaatan Laut Ramah Lingkungan 

RAJA AMPAT, PBD – Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, dan Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, meresmikan pemasangan Mooring Buoy (Pelampung Tambat) di Pulau Fam, Raja Ampat, Rabu 21/1/2026. Acara ini dihadiri oleh Senior Vice President dan Executive Chair Konservasi Indonesia, Meizani Irmadhiany, serta Kepala BLUD UPTD KKP Perairan Raja Ampat, Syafri Tuharea.

Pemasangan Mooring Buoy di Pulau Fam, Raja Ampat, dilakukan di enam titik lokasi. Keenam Mooring Buoy tersebut terdiri dari 4 unit bantuan dari lembaga Konservasi Indonesia dan 2 unit lainnya merupakan pengadaan BLUD UPTD KKP Raja Ampat.

Kepala BLUD UPTD KKP Raja Ampat, Syafri Tuharea mengaku bahwa pemasangan Mooring Buoy ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan pemangku kepentingan lainnya. Ini bertujuan untuk mendorong pemanfaatan ruang laut yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Mooring Buoy ini nantinya akan jadi tempat labuh kapal-kapal wisata yang membawa turis ke Pulau Fam dan perairan Raja Ampat. Dengan Mooring Buoy ini, menurut Syafri, kapal wisata tidak perlu lagi melepas jangkar ke dasar laut, yang bisa merusak terumbu karang dan mengancam ekosistem laut.

“Pemasangan mooring buoy ini mendukung pengelolaan laut berkelanjutan, melindungi terumbu karang dan biota laut, sesuai dengan kebijakan ekonomi biru Papua Barat Daya dan “Jaga Raja Ampat,” ungkapnya

Selain itu, sambung Syafri, labuh tambat ini penting untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Raja Ampat, mengingat sekitar 200 kapal sudah masuk dan berwisata di kawasan konservasi Raja Ampat.

“Kapal-kapal itu diketahui telah berlayar di 160 titik situs laut. Raja Ampat memang jadi magnet wisatawan dunia karena keindahan terumbu karangnya yang menarik wisatawan,” ujarnya

Syafri menambahkan bahwa, kunjungan wisatawan ke Raja Ampat, Papua Barat Daya, terus meningkat setiap tahun. Pada tahun 2024, tercatat sekitar 32 ribu wisatawan mengunjungi destinasi wisata ini. Namun, di tahun 2025, kunjungan wisatawan meningkat drastis menjadi 39 ribu orang.

“Hal ini menunjukkan bahwa wisatawan masih memiliki kepercayaan atau trust terhadap kawasan pariwisata Raja Ampat,” pungkasnya

Sembari menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Raja Ampat yang telah membantu pengadaan empat unit mooring buoy. Dengan demikian, Raja Ampat kini telah memiliki delapan mooring buoy untuk mendukung kegiatan pariwisata berkelanjutan. (Dav)

Komentar