SORONG, PBD – Politeknik Saint Paul Sorong menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum Outcome Based Education (OBE) Pendidikan Vokasi sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
Kegiatan yang berlangsung di Sorong pada Kamis (7/5/2026) tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, dunia usaha, dunia industri, alumni, hingga tim dosen penyusun kurikulum.
Asisten Direktur I Bidang Akademik Politeknik Saint Paul Sorong, Serli Liling Allo mengatakan FGD ini bertujuan menghimpun berbagai masukan dari para pengguna lulusan agar kompetensi mahasiswa benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.
“Tujuan FGD ini untuk menghimpun masukan dari pemerintah, dunia usaha, dunia industri, alumni, dan dosen agar kompetensi lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Serli, pendekatan kurikulum OBE memiliki perbedaan mendasar dibanding kurikulum sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada materi pembelajaran dan silabus.
Dalam sistem OBE,disebutkannya, fokus utama diarahkan pada hasil akhir pembelajaran atau kemampuan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kalau selama ini kurikulum lebih fokus pada konten materi, maka OBE memastikan lulusan mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mereka pelajari selama kuliah secara langsung di dunia kerja,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa kurikulum berbasis OBE kini menjadi salah satu standar dalam akreditasi internasional dan mulai diterapkan secara nasional, khususnya pada pendidikan vokasi dan bidang teknik.
“OBE sebenarnya sudah mulai diterapkan sejak 2024, dan saat ini kami melakukan pemutakhiran kurikulum agar seluruh program studi di Politeknik Saint Paul Sorong mengarah pada sistem pembelajaran berbasis outcome,” ucapnya.
Dalam forum diskusi tersebut, peserta membahas dua fokus utama, yakni penentuan profil lulusan serta capaian pembelajaran lulusan (CPL).
Serli menuturkan bahwa profil lulusan akan menentukan peran dan kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan studi, sedangkan CPL mencakup aspek sikap, pengetahuan, serta keterampilan yang wajib dicapai selama proses pendidikan.
Melalui penyempurnaan kurikulum ini, Politeknik Saint Paul Sorong berharap mampu menghasilkan lulusan yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan industri, serta memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Kami berharap lulusan Saint Paul benar-benar siap bekerja, mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri, dan memiliki kompetensi yang relevan,” imbuhnya. (Sip)

____













Komentar