Polda Papua Barat Daya Siapkan 23 Pos Pengamanan Arus Mudik Idul Fitri

SORONG, PBD – Kapolda Papua Barat Daya (PBD), Brigjen Pol Gatot Haribowo, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Dofior 2025 di Halaman Kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis, (20/03/25).

Kapolda Papua Barat Daya, menyampaikan bahwa meskipun wilayah Polda Papua Barat Daya bukan merupakan polda prioritas arus mudik, namun pihaknya tetap akan melaksanakan pengamanan secara maksimal.

“Walaupun Polda Papua Barat Daya tidak termasuk dalam kategori polda prioritas seperti di Jawa, Bali, dan jalur penyeberangan yang dimulai lebih awal, kami tetap mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Kapolda.

Dalam upaya menjaga kelancaran dan keamanan mudik Lebaran, Polda Papua Barat Daya menyiapkan 23 pos yang akan ditempatkan di titik-titik strategis.

Pos-pos tersebut terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu, yang akan diisi oleh personel gabungan dari Polri, TNI, dan satuan lainnya. Total sekitar 263 personel akan dilibatkan untuk memastikan kelancaran operasi dan keamanan arus mudik di wilayah ini.

Kapolda menyampaikan bahwa situasi keamanan di wilayah Polda Papua Barat Daya saat ini masih kondusif dan aman.

Namun, ada potensi kerawanan di beberapa titik jalan yang masih dalam proses perbaikan, seperti jalur Tambrauw menuju Sorong, yang dapat menambah risiko kecelakaan. Selain itu, kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan lebat, berpotensi mempengaruhi kondisi jalan dan menimbulkan potensi banjir.

“Beberapa jalan di wilayah kami sedang dalam perbaikan dan ada beberapa titik yang dapat mengakibatkan risiko kecelakaan. Masyarakat yang hendak mudik diminta untuk lebih berhati-hati, terutama dengan kondisi cuaca yang sering hujan lebat,” ujar Brigjen Pol Gatot Haribowo.

Kapolda juga mengingatkan agar pengelola jasa penyeberangan, khususnya kapal, memastikan tidak ada kelebihan muatan dan bahwa seluruh peralatan keselamatan di kapal dalam kondisi lengkap. Hal ini bertujuan untuk mengurangi potensi kerawanan yang dapat terjadi di jalur penyeberangan.

“Masyarakat yang menggunakan kapal untuk mudik diminta untuk memastikan kapal dalam kondisi layak dan tidak ada kelebihan muatan. Peralatan keselamatan juga harus dipenuhi untuk menghindari potensi kerawanan,” tambahnya.

Operasi Ketupat Dofior 2025 akan berlangsung mulai 26 Maret hingga 8 April 2025. (Oke)

Komentar