SORONG, PBD – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku merespons aksi dan aspirasi masyarakat di Kota Sorong terkait penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan penyaluran energi yang tepat sasaran.
Perusahaan mengapresiasi keterlibatan masyarakat, termasuk para sopir truk dan elemen aktivis, dalam mengawal distribusi BBM bersubsidi. Menurut Pertamina, partisipasi publik merupakan bagian penting dalam menjaga tata kelola energi agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi sorongnews.com mengatakan bahwa sebagai badan usaha yang ditugaskan oleh negara, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menyalurkan BBM bersubsidi sesuai kuota, mekanisme, dan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Seluruh penyaluran BBM bersubsidi kami upayakan terpantau melalui sistem terintegrasi. Transparansi dan kepatuhan terhadap aturan menjadi prinsip utama kami,” ujar Ispiani, Senin (26/1/2026).
Menanggapi adanya dugaan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi di Sorong, Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pengawasan secara rutin telah dilakukan, khususnya pada lembaga penyalur atau SPBU yang menjadi lingkup tanggung jawab perusahaan.
Apabila terbukti terdapat kecurangan, Pertamina Patra Niaga tidak akan ragu menjatuhkan sanksi tegas kepada SPBU yang melanggar, mulai dari pembinaan administratif, penghentian suplai, hingga pemutusan kontrak atau penutupan SPBU.
“Jika indikasi pelanggaran sudah melibatkan pihak eksternal dan masuk ranah hukum, kami siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dengan memberikan data serta informasi yang dibutuhkan,” tegas Ispiani.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga bersama Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Dinas Perdagangan telah melakukan inspeksi mendadak lintas sektoral pada Sabtu (24/1) dan Minggu (25/1). Dalam sidak tersebut, ditemukan sejumlah kendaraan yang diduga melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Temuan di lapangan antara lain tiga unit mobil yang diduga melakukan praktik pelangsiran dengan membawa jeriken serta menggunakan nomor polisi ganda, dua unit mobil dengan tangki BBM modifikasi, serta empat unit sepeda motor dengan tangki modifikasi dan lebih dari satu nomor polisi.
“Kendaraan yang terindikasi pelanggaran hukum langsung diamankan oleh aparat dan penindakannya kami serahkan kepada kepolisian dan Dishub. Sementara untuk SPBU, pengawasan kami perketat dan sanksi akan diberikan bila terbukti terlibat,” jelasnya.
Selain pengawasan distribusi, Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan stok BBM di wilayah Sorong dalam kondisi aman. Perusahaan terus melakukan pemantauan harian serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna menjaga kelancaran distribusi.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok BBM dalam kondisi baik dan penyaluran ke SPBU terus kami monitor. Kami juga mengajak semua pihak menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan komunikasi yang konstruktif,” tutup Ispiani.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi melalui saluran resmi Pertamina Contact Center 135, sebagai bagian dari upaya bersama memastikan energi bersubsidi tepat sasaran dan berkeadilan. (**/oke)







Komentar