SORONG, PBD – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VII Kasim kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan dan efisiensi energi melalui partisipasi aktif dalam momentum Earth Hour 2026. Kegiatan global ini dilaksanakan secara serentak pada Sabtu (28/3/26) pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat di area Mess Community.
Dalam pelaksanaan Earth Hour tahun ini, seluruh pekerja dan mitra kerja di lingkungan Kilang Kasim berpartisipasi secara penuh dengan mematikan lampu dan penggunaan energi listrik yang tidak bersifat esensial. Kegiatan ini dilakukan tanpa mengganggu aspek keselamatan dan keandalan operasional kilang, sehingga tetap mengedepankan prinsip safety first sebagai prioritas utama dalam industri energi.
Momentum Earth Hour di Kilang Kasim tidak hanya menjadi aksi simbolik, tetapi juga wujud nyata dari budaya hemat energi yang terus dibangun di lingkungan kerja. Partisipasi aktif dari seluruh insan kilang menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk di sektor industri energi yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.
General Manager RU VII Kasim, Yodia Handhi Prambara, turut mengajak seluruh insan Kilang Kasim untuk menjadikan Earth Hour sebagai momentum refleksi sekaligus aksi nyata dalam menjaga lingkungan, meskipun berada di wilayah operasional yang cukup terpencil di ujung timur Indonesia.
“Dari Kilang Kasim yang berada di ujung timur Indonesia, kami ingin menunjukkan bahwa komitmen terhadap lingkungan tidak mengenal batas wilayah. Partisipasi dalam Earth Hour ini bukan hanya tentang mematikan lampu selama satu jam, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif untuk terus menerapkan efisiensi energi dalam setiap aktivitas operasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yodia juga menekankan bahwa capaian yang diraih dalam Earth Hour tahun ini merupakan hasil dari kolaborasi seluruh pekerja dan mitra kerja di Kilang Kasim.
“Dari pelaksanaan Earth Hour 2026, kami berhasil mencatatkan penghematan energi sebesar 298 kW, yang berkontribusi pada penurunan emisi sebesar 0,26 ton CO₂ serta setara dengan penghematan 87 liter BBM. Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi seluruh pekerja dan mitra kerja mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Ke depan, kami akan terus mendorong budaya efisiensi energi ini agar tidak hanya berhenti pada momentum Earth Hour, tetapi menjadi bagian dari operasional sehari-hari di Kilang Kasim,” tambahnya.
Capaian tersebut mencerminkan kontribusi nyata Kilang Kasim dalam mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus efisiensi penggunaan energi. Jika dilakukan secara berkelanjutan, langkah-langkah sederhana seperti ini dapat memberikan dampak besar terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.
Partisipasi dalam Earth Hour juga sejalan dengan berbagai inisiatif yang telah dijalankan Kilang Kasim sebelumnya, seperti optimalisasi penggunaan energi, pengelolaan air, serta program-program tanggung jawab sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian lingkungan, Kilang Kasim berharap aksi sederhana yang dilakukan dalam Earth Hour dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam menjaga bumi.
Dari wilayah operasional di kawasan timur Indonesia, Kilang Kasim membuktikan bahwa setiap langkah kecil dapat memberikan dampak besar bagi masa depan yang lebih berkelanjutan. (**/Oke)

____
_____
_____
_____
_____
____







Komentar