SORONG, PBD – Ketua Pokja Majelis Taklim Kementerian Agama Kota Sorong, Hanifa Abdul Karim, menegaskan pentingnya peran majelis taklim sebagai pusat pendidikan, pembinaan, pemberdayaan, dan silaturahmi umat dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk tantangan penggunaan media sosial.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Pengajian Perdana Kelompok Kerja Majelis Taklim (Pokja MT) Kota Sorong yang digelar di Masjid Al Azhar Polresta Sorong, Jumat (29/5/2026).
Dalam sambutannya, Hanifa menyampaikan bahwa majelis taklim memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, majelis taklim bukan hanya tempat mengaji, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan akidah, peningkatan wawasan keislaman, serta wadah membangun kepedulian sosial.
“Melalui majelis taklim, nilai-nilai Islam dapat hadir secara nyata dalam kehidupan keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara nasional Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim telah dibentuk sejak tahun 2023 untuk memperkuat tata kelola, kualitas layanan, dan arah pembinaan majelis taklim di Indonesia. Pokja tersebut memiliki fokus pada bidang kelembagaan, manajemen, sumber daya manusia, dan kurikulum.
Menurutnya, empat bidang tersebut sangat relevan untuk diterapkan di Kota Sorong agar majelis taklim memiliki kelembagaan yang tertata, pengelolaan yang baik, pengurus yang berkapasitas, serta materi kajian yang sesuai dengan kebutuhan umat.
Ia juga mengingatkan bahwa penguatan majelis taklim memiliki dasar hukum yang jelas, yakni melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Menteri Agama Nomor 29 Tahun 2019 tentang Majelis Taklim.
Dalam konteks Kota Sorong sebagai pintu gerbang Papua Barat Daya yang memiliki masyarakat majemuk dan dinamis, Ia berharap majelis taklim dapat menjadi ruang yang menyejukkan, mencerdaskan, dan menyatukan umat.
“Majelis taklim harus hadir sebagai tempat belajar agama yang ramah, terbuka, moderat, dan membangun. Selain itu juga dapat berperan dalam penguatan keluarga, pencegahan stunting, pemberdayaan ekonomi umat, pelestarian budaya Islam Nusantara, serta peningkatan kualitas perempuan dan generasi muda,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan jamaah majelis taklim untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi tanpa terjebak pada perbedaan wadah maupun latar belakang organisasi.
“Semua majelis taklim memiliki tujuan yang sama, yaitu membina umat, memperkuat akhlak, memperluas ilmu agama, dan menjaga ukhuwah Islamiyah. Karena itu, Pokja Majelis Taklim hadir untuk mengajak seluruh unsur majelis taklim saling menguatkan demi kemaslahatan umat,” ujarnya.
Pengajian perdana tersebut mengusung tema “Bijak Bermedia Sosial dalam Perspektif Islam” dengan menghadirkan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Sorong, H. Mulyono, sebagai pembicara.
Melalui kegiatan ini, Pokja Majelis Taklim berharap para jamaah dapat memahami pentingnya menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, serta menjadikannya sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan dakwah Islam yang menyejukkan. (Oke)













Komentar