Pemprov PBD Serahkan Dua Minibus untuk SLB Raja Ampat, Dukung Akses Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

SORONG, PBD – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menyerahkan bantuan dua unit mobil minibus kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Raja Ampat, Senin (12/1/26).

Bantuan tersebut diserahkan langsung Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses pendidikan bagi siswa-siswi berkebutuhan khusus.

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman SLB Kabupaten Raja Ampat dan disambut baik pihak sekolah, guru, serta sejumlah orang tua siswa.

Dua unit minibus ini diharapkan dapat menunjang mobilitas siswa SLB, khususnya dalam kegiatan antar-jemput dan aktivitas pendidikan lainnya.

Gubernur PBD Elisa Kambu menjelaskan bahwa bantuan kendaraan tersebut merupakan bagian dari program yang telah dianggarkan dalam Tahun Anggaran 2025.

“Yang kita datang hari ini, kita beri bantuan yang memang sudah dianggarkan di tahun 2025. Kalau tadi disampaikan soal asrama, itu nanti dalam perjalanannya, menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah,” ujar Gubernur PBD Elisa Kambu.

Gubernur menilai, untuk kondisi SLB Raja Ampat saat ini, dua unit mobil minibus sudah cukup memadai, terutama lantaran sebagian besar siswa tinggal di wilayah perkotaan (waisai).

“Dengan kondisi hari ini, dua mobil sebenarnya sudah sangat cukup untuk mendukung mobilisasi anak-anak SLB, khususnya yang tinggal di kota (waisai),” ucapnya.

Selain untuk SLB Raja Ampat, Pemprov PBD telah menyalurkan bantuan serupa ke SLB lainnya. Sebelumnya, pada Jumat (9/1/26) lalu, Gubernur Elisa Kambu telah menyerahkan masing-masing satu unit minibus kepada SLB Kota Sorong dan SLB Kabupaten Sorong.

Total terdapat empat unit mobil minibus yang dialokasikan Pemprov PBD untuk SLB di seluruh wilayah Papua Barat Daya pada tahun anggaran 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menyampaikan bahwa Pemprov PBD terus memberikan perhatian pada berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Raja Ampat. Sejumlah program yang dialokasikan pada tahun 2025 antara lain bantuan untuk Orang Asli Papua (OAP), dukungan bagi pelaku UMKM, pembangunan jembatan hingga penguatan layanan kesehatan melalui puskesmas.

“Kalau kita rekap, untuk Raja Ampat ini cukup lumayan bantuannya. Walaupun memang belum menjawab semua kebutuhan masyarakat, tetapi ada atensi dari pemerintah provinsi sesuai dengan kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, 2 unit bus lainnya, telah diserahkan langsung Gubernur ke SDLB Kota Sorong dan SDLB Kabupaten Sorong.

Dengan adanya bantuan minibus ini, diharapkan akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Raja Ampat semakin terbuka, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah provinsi dalam meningkatkan kesejahteraan dan pelayanan dasar bagi masyarakat Papua Barat Daya. (Jharu)

Komentar