SORONG, PBD – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengambil langkah cepat untuk memberikan rasa aman kepada tenaga kesehatan (nakes) dan masyarakat di Kabupaten Tambrauw, pasca insiden teror yang menewaskan dua orang.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi di Kampung Jokba, Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw, Senin (16/3/2026).
Dalam insiden tersebut, satu tenaga kesehatan dan seorang warga sipil asal Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan meninggal dunia akibat serangan oleh orang tak dikenal.
“Kami menilai peristiwa ini mencerminkan hilangnya rasa kemanusiaan. Oleh karena itu, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini,” ujar Nausrau dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi telah mengambil sejumlah langkah cepat. Gubernur Elisa Kambu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menggelar rapat koordinasi yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan DPR, guna membahas situasi keamanan di Tambrauw.
Selain itu, Gubernur bersama jajaran juga telah turun langsung ke Tambrauw untuk bertemu pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat guna merumuskan langkah penanganan.
“Kami sangat prihatin karena dalam kurun waktu satu pekan telah terjadi dua peristiwa tragis di lokasi yang sama,” ungkapnya.
Polda Papua Barat Daya juga telah mengirimkan satuan Brimob ke lokasi kejadian untuk melakukan sterilisasi area serta pengejaran terhadap pelaku. Hingga saat ini, motif penyerangan masih dalam penyelidikan.
Namun, berdasarkan pola luka korban dalam dua kejadian berbeda pada 9 Maret dan 16 Maret, terdapat indikasi kemiripan yang mengarah pada dugaan pelaku yang sama, meski hal tersebut masih menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian.
Pemerintah Provinsi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mempercayakan proses hukum kepada aparat keamanan.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas, khususnya di Tambrauw,” katanya.
Wagub mengakui, insiden ini menimbulkan rasa takut, terutama bagi tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di wilayah tersebut, sehingga berdampak pada pelayanan publik.
Untuk itu, pemerintah juga mendorong penguatan keamanan di wilayah Tambrauw. Saat ini, wilayah tersebut baru memiliki dua pos TNI, sementara cakupan wilayahnya cukup luas.
“Kami terus berkoordinasi dengan Kodam, Korem, dan Polda untuk menambah personel keamanan di titik-titik rawan,” tegasnya.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan situasi keamanan di Kabupaten Tambrauw dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman. (OKE)

_____
_____
_____










Komentar