SORONG, PBD – Asosiasi dan perkumpulan organisasi profesi tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Papua Barat Daya menuntut pemerintah segera memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi tenaga medis yang bertugas, khususnya di daerah rawan.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam aksi solidaritas tenaga kesehatan yang digelar di RSUD Kota Sorong, Rabu (18/3/2026).
Dalam pernyataannya, mewakili rekan sejawat, dr Felix Duwit menegaskan bahwa para tenaga kesehatan membutuhkan kepastian perlindungan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami meminta pemerintah provinsi untuk memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi seluruh tenaga kesehatan, terutama di daerah rawan seperti Kabupaten Tambrauw, Maybrat, Sorong Selatan, dan Raja Ampat serta daerah lainnya di Papua Barat Daya,” tegasnya.
Tuntutan tersebut muncul sebagai dampak dari insiden tragis yang terjadi di Kabupaten Tambrauw, di mana aksi kekerasan terhadap tenaga kesehatan dan warga sipil menimbulkan trauma mendalam bagi para nakes.
Akibat kejadian tersebut, banyak tenaga kesehatan mengaku takut untuk kembali bertugas di wilayah tersebut karena merasa nyawa mereka terancam.
“Kami ini bekerja untuk kemanusiaan, tetapi dalam kondisi seperti ini, kami mempertaruhkan nyawa. Karena itu, kami butuh jaminan keamanan yang nyata,” ujar salah satu perawat, Mariana di depan Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau yang turut hadir.
Selain itu, para nakes juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera menangkap pelaku pembunuhan yang dinilai dilakukan secara sadis terhadap warga sipil dan tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas.
Aspirasi tersebut telah diserahkan kepada Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, untuk diteruskan kepada Gubernur guna segera ditindaklanjuti.
Para tenaga kesehatan juga menyatakan sikap tegas, yakni akan menghentikan sementara pelayanan kesehatan (mogok kerja) di wilayah terdampak apabila belum ada jaminan keamanan dari pemerintah.
Aksi solidaritas tersebut diikuti berbagai organisasi profesi, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dari Provinsi Papua Barat Daya, Kota Sorong, dan sejumlah kabupaten lainnya.
Dalam aksi tersebut, para tenaga kesehatan mengenakan pita hitam sebagai bentuk belasungkawa atas meninggalnya rekan sejawat mereka dalam peristiwa di Kabupaten Tambrauw pada Senin (16/3/2026).
Aksi berlangsung aman dan tertib, sekaligus menjadi simbol keprihatinan serta seruan kuat agar negara hadir memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di daerah konflik dan rawan. (oke)

_____
_____
_____












Komentar