Laka Lantas Berujung Maut, Warga Palang Jalan Km 16, Akses Jalan Lumpuh Total Hingga 5 Jam

SORONG, PBD – Diduga buntut kasus tabrak lari, sejumlah warga memalang Jalan Sorong-Klamono, Km 16, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (20/6/24).

Pantauan wartawan Sorongnews.com, pemalangan ruas jalan itu menggunakan batang pohon besar, tali hingga diselimuti kain merah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemalangan Jalan utama yang menghubungkan antara Kota Sorong dan Kabupaten Sorong itu terjadi sejak pukul 15.00 WIT.

Ribuan kendaraan mengular dari arah Kota panjangnya mencapai depan UT Km 13, sedangkan dari arah Kabupaten Sorong kendaraan mengular mencapai di Alun-alun Aimas, Kota Baru Aimas, Kabupaten Sorong.

Akibatnya, akses jalan tersebut lumpuh total, ribuan pengendara terhenti langkahnya selama kurang lebih 5 jam. Pengendara dengan sabar mengantri hingga akhirnya palang jalan dapat dilewati pada pukul 20.15 WIT usai dilakukan mediasi antara warga, pihak keluarga korban, pihak kepolisian, pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat lainnya.

Diketahui, massa yang menggelar aksi pemalangan jalan itu lantaran beberapa hari lalu telah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan Desy Mate meregang nyawa dan balitanya berusia kurang lebih 3 tahun dalam kondisi kritis.

Salah satu massa aksi, Wilem Asem mengatakan bahwa, aksi pemalangan jalan ini lantaran telah terjadi kasus tabrak lari yang mengakibatkan Desy Mate meninggal dunia.

“Aksi pemalangan jalan ini merupakan buntut kejadian laka lantas ataupun kejadian tabrak lari pada hari Senin (17/6/24) lalu yang mengakibatkan anak cucu kami Desy Mate meninggal dunia dan akhir dari itu keluarga merasa kehilangan dan tidak ada upaya penyelesaian kasus ini akhirnya masyarakat, pihak keluarga melakukan pemalangan jalan ini,” ujar Salah satu massa aksi, Wilem Asem saat ditemui Sorongnews.com usai membuka palang jalan.

Dirinya mengakui, aksi pemalangan jalan ini sebagai upaya pihak keluarga korban dalam meminta pertanggungjawaban terhadap pelaku tabrak lari yang telah terjadi pada hari Senin (17/6/24) lalu.

“Pemalangan jalan ini dengan maksud ada pertanggungjawaban dari sisi hukum,” tandasnya.

Lebih lanjut, dibeberkannya bahwa, warga, pihak keluarga korban, pihak kepolisian hingga pemerintah daerah telah melakukan pertemuan untuk membuat kesepakatan penyelesaian tingkat keluarga, sehingga dengan kesepakatan itu, pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membuka akses jalan yang dipalang.

“Puji Tuhan, kami tadi melakukan pertemuan (mediasi) antara pihak keluarga korban, Polisi hingga pemerintah daerah, dan dalam mediasi itu ada kesepakatan penyelesaian tingkat keluarga, sehingga dengan kesepakatan itu pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk membuka akses jalan yang dipalang ini,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, dirinya meminta pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku tabrak lari yang mengakibatkan seorang nyawa melayang dan balita dalam keadaan kritis.

“Dari pihak keluarga menyampaikan agar pelaku tersebut harus segera ditangkap, intinya kami memberikan kesempatan untuk pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus kematian anak cucu kami Desy Mate ini dan anaknya yang berusia 3 tahun dalam kondisi kritis di Rumah Sakit,” tegasnya.

Sebelumnya berdasarkan kabar yang beredar luas, korban Desy Mate diduga mengalami kecelakaan lalu lintas saat melintasi jalan tersebut, terdapat kabar beredar pula bahwasanya korban dikabarkan mengalami kecelakaan tunggal akibat menghindari jalan rusak di ruas jalan itu. Diketahui, korban Desy Mate sedang membonceng buah hatinya berusia kurang lebih 3 tahun.

Korban bersama anaknya dalam kondisi kritis dan luka-luka ditubuh mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit setempat, dan akhirnya mengakibatkan Desy Mate menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih mendalami penyebab kematian korban kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan ruas jalan menghubungkan antara Kota-Kabupaten Sorong lumpuh total selama 5 jam itu. (Jharu)

____

Komentar